Beranda » Sejarah Militer » Perang Udara di Elsavador – 2

Perang Udara di Elsavador – 2

Kasihan bangsa yang negarawannya serigala, filosofnya gentong nasi, dan senimannya tukang tambal dan tukang tiru.  Kasihan bangsa yang menyambut penguasa barunya dengan terompet kehormatan namun melepasnya dengan cacian, hanya untuk menyambut penguasa baru dengan terompet lagi.   Kasihan bangsa yang meremehkan mimpi-mimpinya disaat tidur, sementara menyerah ketika bangun.  Kasihan bangsa yang terpecah-pecah, dan masing-masing pecahan menganggap dirinya sebagai bangsa…….   Kahlil Gibran

El Savador hanya memiliki Angkatan Bersenjata yang kecil, dengan kira-kira 10.000 personel militer dan 7000 personel setengah militer pada tahun 1980, sebelum perang di mulai.   Angkatan Darat, adalah bagian terbesar dari Angkatan Bersenjata dengan jumlah personel kira-kira 9000, yang terorganisasi dalam 4 batalyon kecil infantry, 1 batalyon artilery, dan 1 batalyon kendaraan tempur ringan.   Kualitas latihan yang disekenggarakan sangat buruk.   Latihan yang dilakukan adalah latihan konvensional yang sudah tidak valid lagi, dan hanya berdasarkan pada pengalaman perang dengan Honduras yang berlangsung sebentar pada tahun 1969.   Saat itu mereka benar-benar tidak siap dengan pertempuran untuk melawan  sebuah pertempuran.    Angkatan Bersenjata El Savador pada saat itu dihadapkan pada masalah krisis kepemimpinan yang sudah kronis.   Korps perwira telah bubar jalan setelah adanya kudeta pada bulan Oktober 1979.   Seperti semua Angkatan Darat di Amerika Tengah, pembinaan dan seleksi untuk jabatan hanya di dasarkan pada hubungan politik dan sponsor yang menguntungkan.   Pada kenyataannya, tidak ada promosi yang didasarkan prestasi di dalam tubuh Angkatan Darat El Savador.   Semua promosi di lakukan berdasarkan kemauan senior.   Saat para perwira pergi ke sekolah kadet atau sebagian pergi ke Amerika untuk kursus, mereka tidak lagi menjadi bagian dari korps perwira, karirnya terbengkalai.   Di lain pihak, tidak satupun pola penerimaan pasukan yang menyamai Non Commissioned Officer (NCO) corps, korps bintara/tantama di El Savador.   Orang yang ingin menjadi tentara hanya berdasarkan penunjukan, dan sebagian masih berusia belasan tahun.   Jika program pelatihan untuk perwira tidak dihargai, maka untuk NCO, program latihannya sangat minim.   Kesimpulannya adalah, Angkatan Darat El Savador saat itu belum siap untuk perang yang sebenarnya.  

Sebagai perbandingan adalah dengan anak cabang yang lain dari Angkatan bersenjata El Savador, Salvadoran Air Force – Fuerza Aerea Salvadorena (FAS), yang merupakan pasukan bersenjata yang  tidak profesional juga.   FAS adalah kekuatan kecil yang terdiri dari 1000 personel pasukan yang terdiri dari 1 batalyon kecil pasukan para, 1 batalyon pasukan keamanan, 1 unit senjata anti serangan udara, dan 4 skadron udara kecil dengan total pesawat 67 buah.   Kekuatan tempur utama dari FAS terdiri dari 11 pesawat Ouragan, pesawat tempur ground attack yang diperoleh dari Israel yang telah memiliki sebelumnya dari Perancis pada tahun 1950-an.   4 pesawat Fouga Magister digunakan sebagai pesawat latih, yang dengan modifikasi khusus digunakan untuk pesawat tempur.   Skadron-skadron tempur juga memiliki 4 pesawat Super Mistere dan 6 pesawat Rallye yang digunakan untuk menyerang posisi pemberontak.   Sisanya adalah skadron pesawat transport yang terdiri dari 6 pesawat C-47 dan 4 Arava.   Skadron latihan menggunakan pesawat T-34, T-6, T-41 dan 4 pesawat Magister.   Kekuatan helikopter bertumpu pada 1 pesawat Alouette III, 1 FH-1100, 1 Lama, dan 10 UH-1 H.   FAS memiliki 2 pangkalan utama.   Pangkalan induknya adalah Ilopango yang berada di pinggiran ibukota, dan ada satu lagi yang lebih kecil berada di San Miguel yang berada di bagian selatan El Savador.   Dan inilah pangkalan yang masih tersisa selama terjadinya perang.   Pelaksanaan latihan di Angkatan Udara memang tidak jauh dari Angkatan Daratnya, begitu sederhana.   Namun tidak seperti Angkatan Darat, para penerbang FAS belum pernah mendapatkan pengalaman tempur sebelumnya.   Saat itu, El Savador benar-benar memiliki AU yang lemah.   Dalam sejarahnya, Angkatan Udara hanya terlibat operasi sekali yaitu pada tahun 1972 saat ada percobaan kudeta.   Angkatan Udara hanya punya beberapa orang penerbang dan metode latihannya hanya pas-pasan.   Untuk negara kecil dan miskin seperti El Savador, Angkatan Udara adalah sebuah kemewahan yang mahal.   Hanya ada sedikit dana untuk memelihara pesawat-pesawat kuno tersebut dan untuk menyelenggarakan latihan pertempuran.   Istilah latihan bersama atau praktek untuk Close Air Support masih terdengar asing bagi penerbang El Savador.   Sehingga kondisinya secara umum tidak jauh dengan Angkatan daratnya yang serba tradisional.

Walaupun serangan akhir dari pemberontak pada awal 1981 telah gagal, 10.000 pemberontak dari gabungan FMLN mengadakan initiatif serangan pada 3 tahun pertama perang.   Daerah yang luas dari El Savador yang terdiri dari 14 propinsi telah dikuasai gerilyawan.   Pemberontakan juga telah menempatkan kekuatan senjata pada wilayah tertentu dan melakukan kontak senjata seperti layaknya perang raya yang menhadapkan banyak barisan prajurit.    Para pemberontak sendiri telah memiliki senjata yang cukup baik dan didukung dengan senapan ringan (senapan serbu dan senapan mesin), mortir, ranjau, dan granat.   Banyak senjata yang dimiliki gerilyawan FMLN berhubungan dengan Cuba dan Nicaragua, tetapi kebanyakan senjata didapatkan dengan merampas dari pasukan pemerintah.   Pemberontak belum memiliki senjata anti serangan udara.   Mereka hanya menggunakan senapan mesin kaliber 50 untuk melindungi posisi mereka dari serangan pesawat tempur dan helikopter.   Penyergapan yang efektif pada sistem penyelundupan logistic dan persenjataan pemberontak tidak bisa dilakukan oleh pemerintah.   El Savador memiliki dataran perbatasan yang panjang dengan Honduras dan Guatemala, dipisahkan oleh perairan yang hanya berjarak 30 mil dari posisi pemberontak Sandinista di Teluk Fonseca.   Senjata-senjata ringan dan bantuan bisa saja diselundupkan lewat darat, air, ataupun udara dengan situasi perbatasan seperti itu.   Tanah perbatasan sulit sekali untuk di tutup, walaupun Amerika telah melakukan pendekatan dengan pemerintah Honduras dengan memberi bantuan persenjataan dan helikopter kepada Honduras sehingga mereka mau membantu menutup tanah perbatasan dari penyelundup senjata dan pemasok dukungan pada pemberontak.   Banyak helikopter yang terbang dari Nicaragua untuk memasok senjata.   Salah satu pimpinan pemberontak yang kemudian turun gunung menceritakan adanya jalur khusus untuk menyelundupkan persenjataan dari Nicaragua kepada pemberontak.   Semua negara tetangga telah menjadi infrastruktur pemberontak.   Wilayah yang luas dan bergunung-gunung sepanjang perbatasan Honduras telah menjadi wilayah kekuasaan pemberontak pada awal 1980-an.   Pemberontak juga mempunyai kedudukan yang kuat di wilayah pegunungan Guazapa yang 30 mil dari ibukota.   Di daerah pedalaman dan desa-desa kecil, pemberontak dapat menolak hak kepemilikan tanah dan usaha bisnis.   Rakyat diharuskan menyerahkan makanan ataupun pajak kepada pemberontak.   Bila tidak, maka rakyat akan menerima perusakan, serangan bahkan pembunuhan.   Pendeknya, pemberontakan mempunyai banyak dukungan terhadap kebutuhan mereka.

Pada awal pertempuran, El Savadoran Armed Forces (ESAF) sepertinya menguasai pemberontak, dengan mengadakan pembersihan kelompok dan batalyon.   Ternyata inilah tactik yang sangat menguntungkan pemberontak.  Mereka banyak menjalin hubungan dengan simpatisan dalam pemerintahan untuk membuat perangkap pasukan yang menyerang mereka.   Seluruh pasukan pemerintah dimusnahkan dengan cara ini.   Pemberontak melakukan operasi khusus pada malam hari.    AU  belum mampu melaksanakan operasi malam hari, sehingga pemberontak hanya berhadapan dengan AD.   Pada awal 1980-an, pemeberontak relatif mempunyai jumlah yang besar dan mampu menguasai banyak kota untuk beberapa hari.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: