Beranda » Kedirgantaraan » Siapa Bertanggung-Jawab Mencari Adam Air?

Siapa Bertanggung-Jawab Mencari Adam Air?

Sementara misi pencarian pesawat Boeing 737 seri 400 Adam Air PK-KKW nomor penerbangan DHI 574, yang hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya-Manado, belum menemukan titik terang, maka muncul satu permasalahan yang membuat hati kita bertambah pilu sehubungan adanya kesimpang-siuran informasi yang diberikan oleh berbagai pihak yang di mata publik ataupun keluarga korban memiliki keterkaitan dalam proses pencarian lokasi pesawat.  “Pesawat diperkirakan jatuh sekitar pukul 16.00 dan ditemukan sekitar pukul 16.30. Informasinya lambat karena medan yang sulit dan cuaca yang buruk. Sejak kemarin hujan cukup deras dan angin kencang. Lokasi jatuhnya di pegunungan dan kondisi pesawat hancur. Sebagian besar penumpang diperkirakan tewas dan ada sekitar sepuluh yang selamat.”  Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh salah satu pejabat daerah Sulsel dan dimuat Kompas tanggal 2 Januari 2006. Beliau mungkin bukan satu-satunya pejabat yang menyesal karena salah ucap, karena masih banyak pejabat lain melakukan kesalahan serupa.

Dalam satu kesempatan Talk Show di salah satu TV swasta, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa pun meralat publikasi yang beredar, lalu menghimbau agar semua pihak menghentikan polemik pemberitaan tentang misi pencarian pesawat Adam Air yang hilang, kemudian menunjuk Komandan Lanud Hasanuddin sebagai satu-satunya pejabat yang berhak menginformasikan perkembangan misi Search And Rescue (SAR). Semua pasti sangat memaklumi bahwa kesalahan pasti terjadi di mana saja. Polemik publik tentang kesalahan informasi serta kinerja pemerintah dalam memberikan pertolongan dan pencarian pada kecelakaan pesawat pun akan cepat mengendap jika pesawat Adam Air bisa ditemukan. Yang menjadi pertanyaan, siapa sebenarnya yang paling bertanggung jawab melaksanakan termasuk menanggung biaya SAR pesawat Adam Air?  Manajemen Adam Air sendiri, pemerintah daerah, polisi atau TNI kah?  Atau mungkin Komandan Lanud Hasanuddin yang dalam perjalanan telah ditunjuk sebagai pemegang kendali.

Beradasarkan Peraturan Pemerintah No. 12 Tahun 2000 dijelaskan bahwa tugas pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan pesawat diamanatkan kepada Badan SAR Nasional (Basarnas). Basarnas sebagai lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pencarian dan pertolongan (Search And Rescue) yang berada dibawah naungan Departemen Perhubungan, memiliki tugas pokok untuk mencari, menolong dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah pelayaran dan atau penerbangan; serta mencari kapal dan atau pesawat udara yang mengalami musibah.  Dalam melaksanakan tugas pokoknya Basarnas diijinkan untuk menggalang dukungan dan partisipasi dari berbagai instansi pemerintah, swasta, organisasi, dan masyarakat. Berdasarkan PP No. 12 tahun 2006 pun dimungkinkan penunjukan ketua pelaksana SAR di sebuah lokasi berdasarkan otoritas lingkungan kerja.  Walaupun terlambat, keputusan Menteri Perhubungan untuk menunjuk Komandan Lanud Hasanuddin sebagai pengendali SAR kecelakaan Adam Air sudah sesuai dengan amanat PP N0. 12 tahun 2000, karena peristiwa kecelakaan berada di bawah otoritas wilayah udara Lanud Hasanuddin. Yang menjadi permasalahan utama adalah, dalam sekian banyak operasi SAR dimana banyak pihak yang berkeinginan untuk ikut berpartisipasi, namun pada umumnya mereka belum mengetahui secara benar mengenai prosedur dan tatacara yang harus diikuti dalam pelaksanaan operasi SAR, mengapa masalah koordinasi masih menjadi ganjalan. Sedari awal, berdasarkan PP yang ada, sebenarnya kita sudah memahami siapa sebagai pengendali SAR pesawat Adam Air. Harapannya tidak ada lagi pejabat daerah, Polri, TNI atau maskapai penerbangan yang gegabah merasa berhak memberikan pernyataan parsial ke media massa.

Apa yang telah terjadi, sebenarnya tidak lepas dari kondisi keterbatasan kondisi Basarnas, yang hanya mengandalkan perkuatan dari instansi lain dalam pelaksanaan tugas dan kewenangannya yang hanya berada di bawah Menteri Perhubungan. Kepala Basarnas Laksamana Muda Yayun Riyanto mengakui keterbatasan itu. Jangankan untuk misi operasi, untuk latihan rutin pun sangat kesulitan. Untuk melakukan misi operasi di wilayah RI yang luasnya melebih benua Eropa, anggaran Basarnas hanya 60 miliar per tahun dari ideal 400 miliar yang diperlukan. Tak pelak, dalam pelaksanaan operasi, Basarnas mengandalkan kekuatan pinjaman dari TNI. Pada kasus Adam Air, mungkin Basarnas sendiri paham betul dengan tugas yang harus diperbuat.  Namun karena ketidakberdayaan, yang bermuara pada masalah anggaran dan alutsista yang minim, maka terkesan pasif dan membiarkan pihak-pihak lain mengambil inisiatif dukungan, sehingga akhirnya semua orang bisa melihat kejanggalan pengorganisasian misi  tersebut.

Sudah waktunya SAR diorganisir secara integral dan melibatkan pemerintah daerah dalam tanggung-jawab pembangunan kekuatan dan pembinaan SAR.  Di Australia, setiap negara bagian memiliki tim SAR yang memadai, dengan dilengkapi helikopter, kapal dan alutsista lainnya.  Propinsi mana di negeri ini yang peduli dengan kemampuan SAR di wilayahnya masing-masing. Setiap ada peristiwa kecelakaan pesawat ataupun kapal, maka kekuatan TNI dan Polri yang paling disibukkan untuk SAR. Padahal peralatan dan alutsista mereka sendiri sering kurang anggaran untuk misi operasi rutin. Lalu dimana peran dan tanggung jawab pemerintah daerah? Padahal, sejatinya telah ada lembaga non struktural bernama Forum Koordinasi Search and Rescue Daerah (FKSD) untuk menghimpun, membina dan mengarahkan potensi SAR di daerah yang dikoordinir oleh pemerintah daerah.  Pembenahan kemampuan SAR tidak hanya tugas Menteri Perhubungan, namun tugas pemerintah daerah juga.  Harapannya misi SAR Adam Air tidak semakin berlarut-larut, sehingga ketidakberdayaan kemampuan SAR di negeri ini menjadi semakin menusuk mata.

(pernah dimuat di Opini Harian Kompas, seminggu setelah Adam Air hilang di Laut Makassar)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: