Beranda » Syair » Untukmu Cahaya – 2 “Bravhijaya dan Kalijaga”

Untukmu Cahaya – 2 “Bravhijaya dan Kalijaga”

Tanah bebatuan terserak, berlatar belantara onak
tepekur sosok tua, tak berdaya, tertitipkan mahkota
Airmata… putus asa

Tanah cadas, kokoh menantang di akhir jalan setapak
Sama seperti dulu
Saat ia berandal kecu
Di tepi kali mengungkap arti

Sebuah kali bercabang
Air bening berkecipak…
Mengucapkan puji-pujian
Menyiapkan sajian

Hei anak muda setengah dewa!
Mengapa tak puas kau siksa manusia renta yang telah lantak
Kau hancurkan gubuk kemegahanku
Kau usir darah dagingku dari tanah yang menjadi hakku
Keagungan yang kaummu kumandangkan telah sirna bersama hancurnya stupa
cemerlang cahayamu hei anak muda… telah surup ditelan kesombonganmu
Hawa Arok masih menguasai sifat ksatria dalam dirimu
Engkau tak layak untuk menyalahkanku
Anak muda
Kaummu kini lebih buruk dari stupa yang kau sebut berhala
Berhala tidak menyakiti seperti kaummu
Berhala tidak memaki dan membenci seperti yang ditinggalkan di halaman rumahku

Sungai, bebatuan, cadas
bergidik, melolong gelam malam
Bintang menghamba, benderang

Ayahku…
Berhala tidak memaki, tidak membenci
Ia tidak jua menyakiti
Bahkan ia tak bisa menghalang sedebu kotoran yang ingin menyiri
Begitupun diriku jua Ayahku
Ketika segumpal cahaya telah datang menyelimutiku, kaumku
Kepergiannya jua tak dapat kukekang sedetik waktu
Cahaya akan menemui siapapun yang mampu dan mau
Tak peduli dari kaummu atau kaumku
Kalaupun ada darah, airmata, jerit kematian
Itu hanyalah lakon kita bersama Ayahku
Suatu saat nanti
Teriakan kepahlawanan kaumku bisa bertemu adil dengan jeritan stupamu

Angin menyambar
Belantara bergemeretak
Rimba raya menggelegak
Bintang menghamba, tersenyum

Oh Sang Hyang Widhi…. apakah itu Illahi Rabbi
Sosok tua yang tak berdaya, mengaum… membuat seluruh melata telungkup dalam takutnya
 
Sosok muda serba hitam mendendang,
“Lir Ilir… Lir Ilir tandure wis sumilir…”

Bening sungai berkecipak tawadu’
Sampai ratusan kini.

                                        (A Night in Kali Tempuran – Alas Ketonggo)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: