Beranda » Syair » Untukmu Cahaya – 4 “Anak Cahaya”

Untukmu Cahaya – 4 “Anak Cahaya”

Ini adalah cerita Senin hari pagi
Saat seorang anak berseragam putih-merah pemberani
Berdiri di tengah pasukan, menantang cahaya matahari
Lantang suaranya, membusung dada kerempengnya
Tapi…
Ia sanggup berteriak di antara sesama yang mencibir tawa
“Akulah titisan Mus’ab Bin Umair kawan… Tak kubiarkan panji kebenaran jatuh hancur sebelum nyawaku…”
Katanya padaku
Anak kerempeng-hitam mengaum keras
Lebih dahsyat dari teriakan Jenderal Miltiades menyeru Marathon
Namun ada yang tertahan
Yah… ada yang tertahan
Sebulir airmata tersembunyi di ruang sempit, di kedua ujung matanya
Bukan karena “celana merah sobek di pantat”, yang pagi itu telah membuatnya ksatria
Ia tetap bangga begitu..
Menjadi Jenderal kecil yang bersahaja
Gagah menghormat sang dwi warna dengan apa adanya
Kawan…
“Celana merah sobek di pantat” itu adalah satu-satunya
Tak mungkin…
Kalaupun dijahit, akan sobek dan terlukalah lainnya
Sebulir airmata itu…
Bukan untuk meratapi atau membalas cekikikan pasukan yang mencibir
Jenderal kecil itu hanya ingat Ibunda
Yah Ibunda yang mengulurkan “celana merah sobek di pantat” itu padanya
Sambil mengucap talbiyah
Ibunda pula yang membelikannya tiga tahun sebelumnya
Dari hasil menjaja kayu
“Anakku…inilah yang bisa Ibunda berikan padamu… Jadilah anak yang soleh dan menjadi cahaya
bagi siapapun di sekitarmu… Ini satu-satunya anakku
Engkau boleh salahkan aku anakku… tapi bagi Ibunda… lebih baik menjadi budak dunia daripada tak menjadi kekasih-Nya”
Begitulah
Tahun berganti tapi bagi Sang Jenderal kecil…. si celana merah itu tetap satu-satunya
Celana merah sobek yang tetap gagah menghadapi hinaan sekitarnya…
Ia tak pernah berkesah apalagi menyalahkan siapa
Ia yakin… itulah takdir Tuhan yang akan menjadikannya anak cahaya
Seperti sujud doa sang Ibunda


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: