Beranda » Syair » Untukmu Cahaya – 5 “Kawan Cahaya”

Untukmu Cahaya – 5 “Kawan Cahaya”

Aku berdiri di terik matahari yang takzim menyingsing
Sedih dan rapuh
Berliku jalan bagaikan menghitung bintang
Janji yang tak pernah teguh
Kini aku kembali tegak berdiri melihat kegelapanku sendiri
Tak jua cahaya matahari mendulang mimpi
Atau ia memang tak mau menjadikanku kawan sejati
Itulah aku kawan… yang bukan cahaya
Seribu kali kucoba berlari dan menari di tengah cahaya
Seribu kali pula diikuti kegelapan bayang
Hitam dan kegelapan…
Jum’at mulia nan terik itu
Seorang pemuda berwajah tirus datang
Kutahu ia bukan biduan, karena ia temanku di tengah malam
Hatinyalah selalu berdendang
Ia punya syair cinta… yang membuatnya selalu mabuk kepayang
Kutahu ia bukan penari, karena ia temanku lepas tengah malam
Hanyalah tarian hatinya… cintanya… mampu berpilin-pilin melaknat kegelapan
Dendang cintanya akan menguapkan samudera
Tarian zuhudnya menciutkan semesta
Itu bila kau mampu memandangnya kawan…
Kawanku itu… pemuda itu…
Kini sepertiku
Di terik matahari, tapi tidak rapuh sepertiku
Aku tahu ia tetap mendendang, menari
Saat ku mencoba tuk memandang
Tubuhku lencu, mataku nanar, jatuh terduduk…menyatu dalam kegelapan
Puji Engkau Tuhan… cahaya di atas cahaya
Yang Maha Dahsyat… Yang Maha Hebat… Yang Maha Cemerlang
Kawanku itu berdiri tiada berbayang.

Another day on the bank of Kali Tempuran – Alas Ketonggo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: