Beranda » Kedirgantaraan » Wright Bersaudara – The First Flyer

Wright Bersaudara – The First Flyer

Kitty Hawk di abad XVIII adalah tempat yang terpencil di kawasan North Carolina, Amerika Serikat. Penduduk terdekat adalah para penjaga pantai di Stasiun Kill Devil, yang berjarak lebih dari satu mil.   Di sanalah, dua bersaudara Orville dan Wilbur Wright melaksanakan uji coba terbang pesawat bermesin.

Pukul 10.30 tanggal 17 Desember 1903, Orville Wright terlihat berbaring di bawah sayap Flyer. Selama beberapa menit mesin dinyalakan untuk pemanasan. Pada pukul 10.35 Orville melepaskan tali yang mengikat Flyer. Mesin menyala pada putaran 1020 rpm, meraung dengan knalpot terbuka, menghasilkan 12 tenaga kuda, serta memutar baling-baling 3 kali setiap 10 putaran mesin. Flyer mulai bergerak pelan. Wilbur berlari di sampingnya, menyeimbangkan satu ujung sayap dengan sebelah tangannya. Dan tiba-tiba, Flyer mau bergerak naik setelah meluncur sejauh 40 kaki.  Keberhasilan ini menjadikan Flyer sebagai pesawat bermesin pertama yang berhasil mengudara sekaligus momentum awal dunia penerbangan pesawat bermesin.

Dari Jurnalis, Sepeda Lalu Tertarik Uji Coba Terbang

Wilbur dan Orville adalah dua anak termuda dari empat bersaudara, putra Pendeta Milton Wright, kepala United Brethren yang sebelumnya menjadi editor The Religious Telescope, dan kemudian menjadi uskup di gerejanya. Nenek moyang mereka berasal dari Inggris dan Belanda. Samuel Wright, yang berimigrasi ke Amerika pada tahun 1836, merupakan keturunan John Wright, pemilik Kelvedon Hall (di sebuah desa yang namanya sama di Essex) pada tahun 1538. Darah Belanda mereka berasal dari Van Cleve yang datang ke Amerika pada abad ke-17.

Wilbur dan Orville sudah menghasilkan uang sejak muda, dengan menggunakan otak dan ketrampilan tangannya, mereka bekerja mandiri. Mereka merancang dan membuat mesin cetak sendiri dan mencetak sebuah koran kecil.

Tahun 1890 merupakan dekade maraknya sepeda. Wilbur masih berusia 23 tahun, sedangkan Orville 19 tahun. Mereka mulai menjual, memperbaiki sepeda dan kemudian membuatnya sendiri. Pada tahun 1892, mereka mendirikan pabrik sepeda Wright Cycle Company yang terletak di 1127 West Third Street, Dayton, Ohio, yang menghasilkan sepeda merk Van Cleve (untuk menghormati nenek moyangnya).

Tahun 1896, Wright bersaudara mendengar kematian Otto Lilienthal saat mencoba terbang di dekat Berlin. Hal ini mengalihkan perhatian mereka pada dunia penerbangan. Tiga tahun kemudian mereka mulai belajar tentang terbang dengan sayap. Balon udara memang sudah terbang pertama kali pada tahun 1783, menyusul balon Zeppelin pada tahun 1852. Namun di mata Wilbur dan Orville hal ini terlihat “bertentangan dengan hukum alam” bahwa terbang harus dengan sayap seperti burung. Inilah yang mendorong keingintahuan mereka, sehingga berusaha meneliti segala hal tentang terbang. Mereka menyurati Smithsonian Institution dan mendapatkan sejumlah pamflet serta rekomendasi terhadap sejumlah buku. Dari studi ini mereka tahu bahwa telah banyak uang yang dikeluarkan untuk meneliti masalah terbang dengan sayap; namun semuanya gagal.

Pada akhir musim panas 1899 mereka membuat sebuah pesawat layang kecil sayap ganda dengan rentang 5 kaki dan lebar sayap 12 inchi. Sayap pesawat itu dapat dilengkungkan, sedangkan sayap atas dapat digerakkan ke depan, dengan mengatur kawat dari darat. Setelah percobaan terbang tersebut menunjukkan efisiensi sistem kendali, mereka lalu bertekad untuk membuat pesawat yang dapat membawa manusia.

Kitty Hawk, Tempat Bersejarah

Dimanakah tempat terbaik untuk melakukan eksperimen mereka? Mereka mempelajari laporan dari badan cuaca Washington, dan memilih Kitty Hawk, North Carolina, sekitar 1000 mil dari tempat mereka tinggal di Dayton. Tempat ini merupakan padang pasir tandus yang sempit namun memanjang yang terletak antara Albemarle Sound dan Samudera Atlantik, dimana angin berhembus kencang dan stabil dengan kecepatan antara 15 sampai 20 mil per jam. Disana Wright bersaudara memilih tiga buah bukit pasir untuk eksperimen mereka — Little Hill setinggi 30 kaki, West Hill setinggi 80 kaki, dan Kill Devil Hill sekitar 100 kaki.

Pada bulan Oktober 1900 pesawat layang Wright bersaudara telah siap dan kembalilah mereka ke North Carolina.   Ternyata tidak semudah yang dibayangkan.  Wright bersaudara harus berulang kali melaksanakan uji terbang, merombak model pesawat dan pergi bolak-balik dari Kitty Hawk ke Dayton.     Dalam kekecewaannya mereka sempat pesimis dan meramalkan bahwa manusia tidak akan bisa terbang sampai seribu tahun lagi.

Pada bulan Desember 1901, menggunakan sayap logam mini dengan rentang 6 inchi dan lebar sayap 1 inchi, mereka menguji sejumlah rancangan sayap yang berbeda pada kecepatan angin 27 mil per jam di sebuah lorong angina yang mereka desain. Dalam dua bulan lebih kedua bersaudara ini telah menguji lebih dari 200 model sayap dan mencatat ribuan tulisan.

Dari riset inilah pertama kali mereka memperoleh informasi yang meyakinkan, yang mengantarkan mereka sukses menjadi pilot pesawat bersayap sebelum semua orang lain. Model lorong angin dan catatan-catatan itu nantinya menjadi dasar dari seluruh kegiatan aeronautika.

Eksperimen mereka pada tahun 1902 berlangsung selama sekitar lima minggu; namun berkurang beberapa hari, karena hujan dan tiadanya angin; sebab jika kecepatan angin di bawah 18 mil per jam diperlukan tenaga fisik yang besar untuk meluncurkan pesawat. Pada enam hari terakhir penerbangan mereka tahun itu kedua bersaudara tersebut telah terbang lebih dari 375 kali, dengan jarak terpanjang 622 kaki selama 26 detik. Sebelum itu belum pernah ada yang menerbangkan pesawat dengan kontrol sempurna. Belum ada yang melakukan uji coba terbang seperti mereka. Tak heran jika pada tahun tersebut kedua bersaudara itu meninggalkan pesawat Kitty Hawk dengan kepercayaan diri yang besar.

Sekarang mereka telah siap memasang mesin untuk pesawat. Saat itu belum terdapat mesin yang cocok, sehingga (bersama seorang mekanik, Charles E. Taylor) mereka membuat sebuah mesin, dengan empat silinder horisontal 4 inchi berpendingin-air. Jika diisi air dan bahan bakar penuh maka beratnya adalah 200 pon lebih, dan menghasilkan 13 sampai 14 tenaga kuda pada putaran 1200 rpm. Mereka merancang sebuah rangka sayap ganda sepanjang 40 kaki 4 inchi, dengan lebar 21 kaki 1 inchi, serta tinggi 8 kaki 1 inchi, berlapis kain selebar 510 kaki persegi, dan berat total 745 pon. Mereka belum mendapat ide bagaimana merancang baling-baling, sehingga menggunakan kalkulasi yang sama untuk pesawat mereka dan berhasil menerapkannya dengan putaran spiral. Mereka memasang mesin di bagian tengah sayap bawah untuk menyeimbangkan berat dengan pilot, dan menggerakkan kedua baling-baling melalui rantai dengan arah putaran yang berlawanan. Wright bersaudara menyebut pesawat bermotor mereka dengan sebutan “Flyer”.

Menjelang akhir September 1903 kedua bersaudara kembali ke Kitty Hawk. Cuaca buruk menunda penerbangan pesawat Flyer. Pada tanggal 14 Desember Wilbur melakukan percobaan pertama. Dia membubung dengan tajam, dan tidak mampu membelokkan Flyer sebelum akhirnya jatuh. Saat mendarat dengan keras pesawat tergores dan terjadi kerusakan kecil. Dibutuhkan waktu dua hari untuk perbaikannya. Angin utara bertiup buruk pada malam tanggal 16 Desember. Keesokan harinya muncul sejumlah genangan air di antara lapisan es, dan angin dingin masih bertiup dengan kecepatan antara 25 sampai 27 mil per jam. Namun kedua bersaudara tetap memutuskan untuk terbang. Sekarang adalah giliran Orville dan spektakuler, mereka berhasil terbang. Ini merupakan penerbangan pertama untuk prototipe pesawat pertama di dunia.

Penerbangan ini hanya berlangsung 12 detik dan setinggi 100 kaki, namun demikian ini merupakan yang pertama dalam sejarah dunia dimana sebuah mesin yang mengangkut manusia mampu melayang penuh dengan kekuatannya sendiri, meluncur ke depan tanpa berkurang kecepatannya, dan akhirnya mendarat pada titik ketinggian yang sama seperti saat berangkat.

Sekitar setengah jam kemudian Wilbur mencoba terbang, lebih singkat satu detik dibandingkan Orville. Berikutnya Orville terbang selama 15 detik. Siangnya Wilbur kembali melayang. Dia berhasil terbang sejauh 800 kaki di atas landasan saat ia harus sedikit naik untuk menghindari sebuah bukit pasir. Mungkin dia kurang memperhitungkan gerakan elevator dengan tepat. Dia dipastikan telah salah memperkirakan gerakan yang diperlukan untuk mengembalikan Flyer pada ketinggian semula. Pesawat ini menukik lebih cepat dari yang diperkirakan, dan penyangga elevator depan patah saat menabrak pasir. Dia telah terbang selama 59 detik pada kecepatan 30 mil per jam, sejauh 852 kaki dari landasan dengan ketinggian sekitar setengah mil di udara.

 Akhir Perjuangan

Pada tanggal 26 September mereka mampu terbang sampai 11 mil lebih, tanggal 3 Oktober sampai 15 mil, dan hari berikutnya sampai 23 ¾ mil. Pada penerbangan-penerbangan ini mereka sempat kehabisan bahan bakar dan panas mesin berlebih. Mereka lalu memasang kotak oli pada mesin dan tangki bahan bakar yang lebih besar. 

Wright bersaudara telah membuat paten untuk penemuan mereka di Amerika Serikat pada tanggal 23 Maret 1903, dan pada bulan Maret 1904 mereka mencoba mendapatkan paten internasional untuk pesawat serta alat kendali mereka. Klaim mereka cukup sederhana, namun mendasar dan benar. Mereka menyatakan : “Kami adalah orang pertama yang secara fungsional menerapkan ekor vertikal yang dapat digerakkan pada pesawat terbang. Kami juga yang pertama menggunakan sayap yang dapat digerakkan pada sudut tertentu dalam sebuah pesawat. Kamilah orang pertama yang menggunakan kedua kombinasi tersebut pada pesawat terbang.” Namun paten mereka belum diakui sampai tanggal 23 Mei 1906.

Mereka menawarkan pesawat mereka kepada Pemerintah Amerika Serikat pada tahun 1905, namun ditolak. Mereka lalu menawarkan kepada Pemerintah Inggris untuk membeli hak mereka di luar negeri. Pemerintah Inggris menolak tiga kali tawaran mereka antara tahun 1906 dan 1908, dua kali lewat Kantor Urusan Perang dan sekali lewat Departemen Angkatan Laut. Pemerintah Perancis mengirim Kapten F. Ferber, yang pernah melakukan uji terbang layang di Perancis, untuk melihat pesawat tersebut dan melaporkannya. Wright bersaudara tidak mau memperlihatkan pesawat mereka, namun hanya menjelaskan apa yang telah mereka buat. Sang kapten melaporkan penemuan mereka, namun mengatakan bahwa tak seorang pun di Perancis akan percaya. Pemerintah Perancis pun menolak untuk membeli.

Wilbur dan Orville menyelesaikan seluruh uji coba untuk Angkatan Bersenjata AS, dan pada tanggal 29 September 1909 Wilbur terbang mengitari patung Liberty. Mereka lalu membuka sekolah terbang di Padang Huffman, dekat tanah kelahirannya di Dayton. Selanjutnya Orville mengunjungi Berlin, terbang selama sepuluh menit dengan pesawat Crown Prince pada tanggal 2 Oktober, dan memecahkan rekor ketinggian 1.600 kaki dua hari kemudian. Namun ia gagal juga menjual pesawatnya kepada Pemerintah Jerman.

Wilbur meninggal pada tahun 1912 karena sakit. Orville mengunjungi Eropa untuk terakhir kalinya pada tahun 1913 bersama saudara perempuannya. Dua tahun kemudian ia memutuskan untuk menjual seluruh kepentingannya pada Perusahaan Wright, melepas semua urusan bisnisnya, dan memusatkan perhatiannya pada riset aeronautika. Dia menghindari acara-acara publik, terutama yang menempatkannya sebagai figur utama. Dia meninggal pada usia 77 tahun tanggal 30 Januari 1948.

Desain sayap ganda Wright segera menghilang dari dunia penerbangan dan tidak sempat diproduksi secara missal karena kalah bersaing dengan desain sayap tunggal, namun pesawat Flyer asli sampai sekarang masih dipajang di Smithsonian Institution – Washington, pada tempat terhormat sebagai pesawat bermesin yang terbang pertama kali ; dan di Museum Sains London terdapat replikanya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: