Beranda » Sejarah Militer » Perang Udara di Elsavador – 3

Perang Udara di Elsavador – 3

Saat perang telah berkembang ke seluruh negara Elsavador dan pemerintah telah tertekan oleh gerakan pemberontak.   Seperti kejadian konflik di seluruh dunia, “American Connection” akan segera datang, dikehendaki ataupun dikondisikan untuk dikehendaki.   Pemerintah Amerika dengan misi-misi terselubungnya begitu khawatir dengan kondisi disana.   Brigadir Jenderal Fred Woerner, yang kemudian menjadi Panglima AS di Amerika Selatan, memimpin group kecil untuk mengkonsultasikan masalah pemeberontak tersebut dengan pemerintah  dan petinggi militer El Savador.   Hasil dari pembicaraan tersebut adalah sebuah keputusan untuk menjalankan perang dengan para pemberontak, dimana pemerintah AS akan berdiri dibelakang pemerintah El Savador.   Yang paling penting adalah, pemerintah AS berhasil mendapat jaminan bahwa pemerintah El Savador mau mengadakan perubahan-perubahan.   Pemerintah El Savador bersedia melakukan reformasi kepemilikan tanah, reformasi politik dengan pemilu yang jurdil (istilah kita), pembangunan ekonomi, dan mengakhiri pelanggaran HAM.   Intinya, momen itu dimanfaatkan AS untuk benar-benar membuat perjanjian yang menguntungkan eksistensi AS di negara kecil itu.   Karena memang butuh, pemerintah El Savador mau tidak mau menyetujui perjanjian tersebut.   Bantuan dari AS terdiri dari 2 macam, bantuan sipil dan peralatan militer.   Seperti biasa, bantuan yang diberikan oleh pemerintah Amerika sambil melihat kepedulian pemerinatah El Savador dalam menjalankan isi perjanjian.   Bantuan yang diberikan sering ditunda karena pemerintah El Savador dianggap kurang serius dalam menangani masalah HAM dan lainnya.

Strategi militer AS di El Savador yang dilaksanakan adalah meningkatkan kekuatan Angkatan Bersenjata El Savador.   AB El Savador (ESAF), mendapatkan latihan yang intensif dalam menangani pemberontak.   Antara tahun 1980 sampai 1984, ESAF memiliki kekuatan 3 kali lipat dari jumlah semula.   Dari hanya 12.000 personel menjadi 42.000 personel.   ESAF akan dilengkapi dengan senjata yang modern.   Karena kalau kita melihat kondisi ESAF saat itu, memang benar-benar menyedihkan.   Untuk peralatan komunikasi saja, mereka hanya punya beberapa buah dan sudah tidak memenuhi syarat.   Program yang dijalankan AS adalah dengan membangun kembali ESAF lalu melatihnya.   Untuk tugas utama dari operasi melawan pemberontak akan dilaksanakan pasukan khusus “hunter”, yang terdiri satu batalyon bersenjata ringan.  Batalyon ini akan berpatroli secara agresif dan cepat untuk menekan posisi pemberontak.  

Kekuatan udara memiliki peranan yang baik dalam menjalanan strategi nasional dari Angkatan Bersenjata El Savador.   Pesawat-pesawat tempur akan dimodernisasi dan ditingkatkan jumlahnya.   Latihan dan sistem senjata juga akan ditingkatkan.   Program utama yang akan dilaksanakan adalah membangun sebuah helikopter yang punya kemampuan besar dalam mengangkut pasukan infantry untuk operasi penyerangan dan mendukung serangan udara.   Program ini akan menyediakan sebuah mobilitas dari pasukan untuk membendung pasukan pemberontak yang bertempur dengan pasukan di darat.   Pemerintah AS menyediakan bantuan sebesar $ 48.920.000 dalam bentuk penjualan murah peralatan militer, kredit peralatan militer, dan sumbangan peralatan militer  pada tahun 1981.   Pada tahun 1982, program bantuan yang disediakan pemerintah AS dalam bentuk kredit dan penjualan murah peralatan militer telah meningkat menjadi $ 82.501.000.   Itupun masih ditambah dengan $ 2.002.000 untuk program International Military Education and Trainning (IMET), sebuah program latihan untuk personel militer asing.   Porsi bantuan untuk AU El Savador menempati perhatian khusus.   Pesawat-pesawat baru segera mengalir ke El Savador.   Dalam waktu 6 bulan pada tahun 1982, AS telah mengirm 4 pesawat pengintai O-2A, pesawat tempur A-37B, dan 2 pesawat transport C-123K.   Semua pesawat ini telah dimodifikasi dan ditingkatkan lagi kemampuannya sebelum di kirim.   Sebagai tambahan, $ 2.000.000 dikirim untuk pengadaan amunisi udara FAS (AU El Savador).    Pada bulan Juli 1982, US Air Force mengirim 12 pesawat yang penuh dengan amunisi kepada FAS dan sisanya dikirim lewat laut.   Pada tahun yang sama, program IMET melakukan usaha keras untuk mendidik dan meningkatkan kemampuan Salvadoran Air Force.   Dengan biaya $ 1.400.000, dihabiskan untuk mendidik penerbang, aircrew, dan tekhnisi FAS di Amerika.   Usaha yang dilakukan AS dalam penyelesaian masalah El Savador ini mengundang debat pendapat di konggres.   Mereka masih trauma dengan pengalaman perang di Vietnam yang telah melukai perasaan rakyat AS, karena banyaknya prajurit AS yang tewas.   Sehingga konggres mengharapkan agar pengiriman personel di El Savador dibatasi untuk menghindari korban manusia di pihak AS.   Sehinggga sepanjang awal konflik tersebut, tidak lebih dari 55 personel yang dikirim ke El Savador.   Dan dengan persetujuan konggres, jumlah tersebut ditambah menjadi 150.   Dengan pembatasan tersebut maka AS hanya mengirim 5 personel AU ditambah 1 orang sebagai kepala seksi merangkap instruktur penerbang.   Angkatan Darat juga mengirim beberapa instruktur penerbang helikopter dan pemelihara amunisi kepada Salvadoran Air Force.   Namun, latihan ini belum cukup untuk mendidik semua personel FAS, sehingga banyak personel yang dididik di luar AS.   Salah satunya adalah di Inter –American Air Force Academy di Albrook Field Panama.   Selama periode tahun 1981 sampai 1984, AD dan AU telah benar-benar di gembleng oleh AS, sehingga mereka sudah mempunyai kemampuan tempur yang lumayan.   Saat masih menggunakan kekuatan yang pas-pasan di tahun 1981, FAS telah membantu menghentikan serangan pemberontak.   Terbatasnya kemampuan mereka, karena latihan yang dilakukan terfokuskan untuk menghadapi pemberontak.   Dan kemampuan pesawat-pesawat FAS masih terbatas untuk pertempuran siang hari.

FAS menderita banyak kerugian pada bulan Januari 1982, saat 100 kelompok pemberontak menyerbu Ilopango Air Base.   5 Ouragan, 6 UH-1B, dan 3 C-47 hancur dan 5 pesawat lain rusak berat di darat.   Dalam satu serangan itu, semua pesawat tempur berhasil dilumpuhkan.   Ini adalah suatu operasi yang terencana dan dilaksanakan dengan baik oleh para gerilyawan FMLN.   Kejadian ini selain menjadi bukti kekuatan pemberontak namun juga memberikan berkah bagi FAS dalam arti luas.   Pesawat Ouragan yang telah hancur, segera diganti oleh AS dengan pesawat A-37, sebuah pesawat yang jauh lebih baik dan cocok dengan perang melawan pemberontak.   Pesawat O-2A, jenis pesawat pengintai, juga dikirim bersama-sama 12 helikopter UH-1H untuk menggantikan pesawat yang hilang.  

Gerilyawan FMLN telah menguasai sepanjang perbatasan Honduras dan bagian selatan El Savador.   Daerah itu telah menjadi benar-benar kuat buat pemerintah El Savador pada awal tahun 1980-an.   Dilain pihak, pemerintah El Savador tidak ingin tempat-tempat di daerah perbatasan itu dipakai sebagai tempat perlindungan pemberontak.  Sehingga pada tahun 1982 dan 1983, pemerintah mulai mengadakan program penyerbuan dan pengeboman pada desa-desa yang dikuasai gerilyawan mulai dari Chalatenango di utara sampai pegunungan Guazapa di bagian tengah.   Berapapun banyaknya serangan udara yang dilakukan bahkan sampai letih, serangan tersebut belum menunjukkan hasil yang diinginkan karena metode serangan yang tidak teratur.   Serangan-serangan yang dilakukan telah gagal baik dalam arti pengaruh pada moral pemberontak, infrastruktur, ataupun kemampuan tempur.    Sementara FAS melakukan operasi serangan udara, ada satu hal yang benar-benar tidak diperhitungkan.   Pemberontak bergerak untuk mendapatkan keuntungan dengan menyerang kelompok AD dan merampas senjata/amunisi yang dimiliki.   Ini dikarenakan koordinasi yang kurang dari AB mereka.

Sebelum tahun 1984, program bantuan pemerintah AS mulai menunjukkan hasilnya dalam arti meningkatnya ethos kerja dan peta kekuatan pemerintah Elsavador.   Disaat jumlah pemberontak tidak bisa berkembang lagi, sekitar 10.000 personel.   Jumlah personel AB berjumlah lebih dari 4 kali dari jumlah pemberontak.   Selain itu, banyak batalyon mulai terbentuk dan dilatih secara intensif oleh AS di Honduras dan Panama.   Kekuatan ini telah siap untuk digunakan untuk strategi yang lebih baik dan perang melawan pemberontak.   FAS juga dibuat lebih kuat, memiliki tingkat latihan yang lebih baik dan peran yang lebih luas dalam operasi udara dan mendukung serangan darat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: