Beranda » Sejarah Militer » Serangan Yang Memalukan

Serangan Yang Memalukan

Objek misterius

Bersamaan dengan tinggal landasnya pesawat terakhir dari kapal induk Jepang, pesawat-pesawat tempur Enterprise justru berpatroli rutin di sekitar Wake. Seharusnya, hari itu sang kapal induk sudah kembali ke Pearl Harbor, tapi tertunda karena cuaca buruk.

Sementara itu, Antares (AKS3) yang sedang menarik kapal pengangkut baja di jalur masuk Pearl Harbor, menangkap objek mencurigakan melalui layar radar pada jarak 1.350 m dari pantai. Objek itu terlihat sebagai kapal selam, namun tak seorang pun bisa memastikan. Objek mencurigakan itu ditemukan di wilayah terlarang, sehingga Antares menugaskan kapal perusak tua Ward (DD-139) untuk mendekatinya.

Ward dikomandani Letnan William W. Outerbridge. Lulusan  Akademi AL AS tahun 1927 itu baru dua hari memangku jabatannya. Pagi itu adalah patroli hari keduanya di sekitar jalur masuk pelabuhan.

Perwira dek kapal Ward, Letnan Oscar Gopner, segera bangun dari kantuknya dan memberi tahu William setelah mendapat berita dari Antares. Masih dengan berkimono, William segera menuju ruang yuda dan meneropong objek yang dimaksud melalui kaca binokular. Ia pun yakin, objek itu memang kapal selam. ”Perintahkan kepada seluruh kru,” teriak William, ”Ward dalam posisi tempur.”

Sementara Ward berputar haluan dan meluncur ke arah objek, seluruh kru dengan cepat mulai menempati pos masingmasing. Ward terus mendekati objek. Satu dari empat senapan mesin kaliber 4 inci menyalak, diikuti tiga senapan mesin lainnya. Peluru-peluru tepat menghantam menara kapal selam. Karena diserang, kapal selam mulai bergerak turun, lalu melarikan diri.

Sesaat setelah pertempuran, kirakira pukul 06.45, William mengirimkan berita ke Pearl Harbor dengan sangat spesifik. Sayangnya, berita itu tidak dikirim dengan bahasa percakapan melainkan dengan kode. Sehingga baru pukul 07.20 perwira piket distrik ke-14 AL Pearl Harbor, Lieutenant Commander Harold Kaminski, menerima terjemahan kode berita itu.

Sementara kode berita dari Ward sedang dalam perjalanan, layar radar di Opana Point menangkap gelombang pesawat sedang menuju Pearl Harbor. Namun, para kru mendapat perintah agar mereka tidak terlalu khawatir dengan pesawat-pesawat itu.

Di tengah lautan, kapal perang Helm (DD388) juga tenangtenang saja saat mendengar soal kapal selam asing itu. Bahkan seluruh moncong senjatanya masih ditutupi pelindung.

 Dikira latihan

Kira-kira pukul 07.55 Laksamana Muda William R. Furlong, Senior Officer Present Affloat (SOPA), perwira piket rutin, berjalan di dek kapal yang berdekatan dengan kamarnya. Ia sedang menikmati udara di pantai Pearl Harbor, sambil dengan bangga melihat armada kapal yang menjadi tulang punggung AS di Pasifik. Tibatiba matanya menangkap sebuah pesawat bermesin tunggal keluar dari awan, muncul dari perbukitan di utara Pearl Harbor.

Pesawat itu memuntahkan bom yang jatuh di pantai dekat armada kapal. Ledakan dahsyat menggelegar. ”Wah, ceroboh sekali penerbang ini,” ujarnya dalam hati. ”Hampir saja dia menghancurkan kapal-kapal!” Ia mengira sedang ada latihan. Ketika pesawat itu berputar lagi dan terbang rendah di atas kepalanya, barulah Furlong melihat gambar bulatan merah di badan pesawat, lambang pesawat tempur Jepang.

Bersamaan dengan suara histeris di segala penjuru, Furlong langsung berteriak, ”Serangan udara musuh, ini bukan latihan!” Ia berlari menuju markas dan memerintahkan agar bendera ”Roger” dinaikkan, tanda untuk memberikan tembakan balasan. Namun, bunyi tembakan sporadis telah terdengar di seluruh penjuru Pearl Harbor, sebelum bendera itu berkibar. Furlong sempat melihat pesawat-pesawat B5N1 melepaskan torpedo yang membuat kapal West Virginia dan Oklahoma mulai menelan air karena lubang besar di badannya.

Sebuah B5N1 datang dari arah yang lain, melepaskan torpedo ke arah dek nomor 1010, tempat kapal Pennsylvania biasa bersauh. Namun, kapal Oglala yang ada di situ. Rudal gagal menghantam kapal Oglala yang kebetulan ada di dek, tapi berhasil menghantam lambung kapal tambang Helena. Helena meledak keras dan mulai tenggelam. Semua krunya kocar-kacir menuju daratan.

Sementara pertempuran untuk melindungi kapal Oglala masih berlangsung, grup B5N1 yang lain mengarah ke timur laut Pearl Harbor. Di sana bersauh kapal Tangier (AV-8), Utah (AG-16), Raleigh (CL-7), dan Detroit (CL-8). Satu Torpedo berhasil menghantam Raleigh, lainnya menghancurkan Utah. Kapal-kapal lain menyusul tenggelam setelah itu.

 

Hari paling memalukan

Pukul 09.45, Jepang mengakhiri serangan di Pearl Harbor. Setelah itu, pesawat-pesawat Jepang masih sempat menyerang Stasiun Udara AL AS di Teluk Kaneohe, barak AD AS di Schofield, dan pangkalan udara Wheeler dan Hickam. Armada Laksamana Madya Nagumo benar-benar membuat Pearl Harbor bertekuk lutut sebelum kembali ke Jepang dengan kejayaan.

Segera setelah hari kehancuran itu, Menteri AL AS, Frank Knox, terbang ke Hawaii untuk mendata segala kerugian. Dua laksamana yang paling bertanggung jawab, Stark dan Kimmel, menunggunya dengan wajah muram di hadapan puing-puing armadanya. Delapan belas kapal tenggelam dalam serangan Minggu pagi itu; lebih dari 2.000 pelaut dan marinir tewas – hampir separuhnya berada di dalam kapal Arizona; AD kehilangan 200 prajurit. Sementara Jepang hanya kehilangan 29 pesawat tempur. Dalam waktu tak lebih dari dua jam, Jepang sudah menguasai Pasifik.

Minggu, 7 Desember 1941, hari yang tak terlupakan bagi rakyat Amerika. Bahkan Presiden Roosevelt menyebutnya, ”A day that will live in infamy”, sebuah hari yang benarbenar memalukan. Stark dan Kimmel, orang paling bertanggung jawab atas peristiwa itu, dipecat. Sebagai gantinya, Laksamana Chester W. Nimitz menduduki Panglima AL AS di Pasifik (CinCPac). Bagi Kimmel, peristiwa ini tentu menjadi nasib terburuk sepanjang kariernya di AL Amerika.  (Budhi ”Phantom” Achmadi, kapten penerbang dan penulis kedirgantaraan, di Magetan) – Desember 2001 Majalah Intisari


2 Komentar

  1. adrianus mengatakan:

    wah mas,,,ngeblog juga to?

    hmmm,,,,inilah arti pentingnya koordinasi dan stay alert ya mas?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: