Beranda » Syair » Catatan Kecil Pecinta Sejati tentang Kuilnya

Catatan Kecil Pecinta Sejati tentang Kuilnya

Seorang pecinta sejati adalah apabila ia ditanya tentang cinta…

Ia meletakkan kesejatian cintanya dalam sebuah “kuil cahaya” yang selalu ada di lubuk hatinya.

Ia tak memerlukan orang lain untuk mendengar.

Bahkan cinta pada orang terkasih, pada ingat-sesal-keindahan masa lalu, pada masa depan,  tak boleh dan tak akan menandingi cemerlang istana cahaya yang menggemintang itu.

Apabila ia ditanya tentang cinta yang lain.

Ia sudah tahu benar… kilau dari “kuil cahaya” akan menghanguskannya.

Baru terbersit pun…  pecinta sejati itu sudah menggigil ketakutan karenanya.

Ia takut hangus dalam hina, lalu para pencuri berita di langit pun tertawa.

Ketika sebuah putih kebaikan tahu bahwa ia telah ditakdirkan untuk bersanding dengan kebaikan yang lain, maka ujung semesta mana akan sudi menjadi tempat pelariannya, walaupun hanya karena setitik hitam khianat.

Ketika sebuah kebenaran tahu bahwa ia tak akan mampu menyakiti kebenaran yang lain, karena kebenaran adalah sebuah amanah, bagaimana ia akan bermain-main dengan setitik keburukan dunia yang penuh perangkap.

Langit sepertiga malam yang biasa tersenyum, yang memandangi pemuja kuil cahaya itu, pasti akan mengutuknya pecundang.

Sebuah gambar kubah tergelar yang selalu menciumnya, menemaninya menghamba, pasti mencibir.

Maospati, 16 Juni 2009


1 Komentar

  1. fadillahcinta mengatakan:

    sungguh, tiada cinta yang lebih sejati dari hikayat cinta kayu yang dilantunkan oleh Sapardi Djoko Darmono;
    “aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat dikatan kayu
    kepada api yang menjadikannya abu”

    mungkin, bila Tuhan mengajariku secuil saja, baru bisa aku paham apa itu cinta..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: