17. Heinz Knoke

TERBANG DEMI HITLER 

BERAGAM ALAT MUSIK TIUP dimainkan di Hamelin. Di sanalah Heinz Knoke dilahirkan pada tahun 1921, anak seorang polisi yang ikut bertempur dalam Perang Dunia I (dan pada Perang Dunia II dikirim bertugas di Polandia). Heinz baru berusia sepuluh tahun ketika bergabung dengan Gerakan Kepanduan. Dua tahun kemudian Hitler menjadi Kanselir Jerman. Gerakan Pemuda Hitler menyerang pramuka di jalanan, mencoba untuk menghancurkan jambore 20.000 pramuka di Luneberg Heath, namun berhasil diusir. Pemerintah Hitler pun bereaksi, membubarkan jambore, menyatakan bahwa Asosiasi Gerakan Kepanduan ilegal, dan memaksa anggotanya masuk organisasi Pemuda Rakyat Hitler. Namun banyak diantara mereka yang tetap mempertahankan tradisi kepanduan dalam gerakan kepemudaan bentukan Hitler; diantaranya adalah Heinz dan kawan-kawannya. Pada usia 14 tahun Knoke telah memenuhi syarat untuk menjadi anggota Gerakan Pemuda Hitler, namun ia tidak melakukannya. Pada usia 16 tahun ia dipaksa bergabung dengan Gerakan Pemuda Mekanik Hitler.

Ini merupakan sebuah masa yang ganjil bagi seorang pemuda yang tumbuh dalam sejarah Jerman. Propaganda Nazi terus berlanjut. Siapa yang kuat maka ialah yang berkuasa di Jerman. Kemudian kekuatan itu mulai merambah keluar Jerman. Jarang atau bahkan tidak ada yang menandinginya. Bagi seorang muda seperti Heinz Knoke akan lebih baik jika Jerman menguasai Memel, Austria, Chekoslovakia, dan Polandia. Hampir tak ada yang mempertanyakannya.

Sebelum Jerman bergerak ke Polandia, Heinz Knoke berhasil melakukan penerbangan singkat dengan sebuah pesawat tua yang datang ke Hamelin, dan ia sangat terkesan dengan keberhasilan itu. Pada musim panas tahu 1939 ia melamar untuk bekerja di Luftwaffe dan mencalonkan diri sebagai kandidat pegawai. Ia harus melewati serangkaian ujian (seperti di Angkatan Udara Inggris) dan menjadi salah satu diantara mereka yang beruntung lolos. Ia ditugaskan sementara untuk memimpin organisasi Pemuda Rakyat di distrik Hamelin sampai ia ditarik kembali pada bulan Oktober 1939. Dua minggu kemudian ia ditugaskan di Resimen Latih Terbang No. 11.

Knoke dilatih sebagai pilot penyerang siang untuk dengan pesawat Messerschmitt 109. Ia merasa pesawat tersebut sulit diterbangkan. Pesawat ini mudah oleng dan jatuh. Pada masa awal pelatihan sering terjadi kecelakaan, beberapa diantaranya cukup fatal. Namun sekolah tersebut berada di dekat Berlin. Peristiwa sedih mudah segera dilupakan. Kota ini merupakan tempat yang menyenangkan. Ia menyukai tempat-tempat seperti teater Untern den Linden dan museum Lustgarten. Kemegahan dan kesenangan para kadet dan perwira di restoran-restoran dan bar di Friedrichstrasse dan Kurfurstendamm telah menghabiskan uangnya. Di sebuah tempat di Berlin ia bertemu dengan seorang gadis yang kemudian menjadi tunangan dan dinikahinya.

Seminggu menjelang Natal, Berlin Sportpalast dipenuhi oleh para kadet dan perwira terpilih. Di sana, tiga orang komandan tugas utama berada di atas podium. Hitler, Keitel dan Raeder memasuki ruangan dari belakang dalam keheningan suasana. Hitler pun menunjuk Knoke, dan seperti biasa ia pun menjawab dengan sikap hormat dan menyatakan siap bertempur dan mengorbankan nyawa demi tanah ainya.

Perang Inggris telah berakhir dengan kekalahan Luftwaffe sebelum Knoke menyelesaikan pelatihan dan siap maju ke medan pertempuran. Setelah beberapa waktu terbang di Selat Inggris dan Kent, ia dikirim ke Front Timur pada bulan Mei 1941. Pesawat Messerschmitt 109, yang dijuluki para pilot Emil dan disingkat “E”, diubah menjadi pesawat pembom, masing-masing membawa 100 bom anti-personel seberat 5 pon. Unit ini melakukan parade pukul 4.30 dinihari pada tanggal 22 Juni 1941. Hitler mengeluarkan perintah pada hari itu. Jerman akan menyerang Rusia.

Ketika pesawat-pesawat Emil ikut ambil bagian dalam serangan terhadap kantor-kantor militer Rusia, Rusia masih terikat perdamaian dengan Jerman. Hitler sama sekali tidak memberi peringatan ataupun pernyataan perang. Ia menyerang di waktu fajar, untuk membunuh, dan kalau bisa menaklukkannya. Banyak sekali target serangan pesawat-pesawat Emil di darat. Dan tidak ada satupun perlawanan di udara. Para pilot Jerman pun memperoleh kemenangan dalam tugasnya. Di bawah pengaruh propaganda Hitler mereka telah lama ingin memberi pelajaran kepada Rusia. Ketika tentara Merah Rusia mulai mundur, mereka memenuhi jalan-jalan utama di kota. Ini membuat orang-orang Jerman percaya bahwa Hitler benar saat mengatakan bahwa orang-orang Rusia telah dikumpulkan untuk menyerang Jerman. Namun sebenarnya kerumunan ini adalah karena serangan Jerman.

Setelah dipindahtugaskan ke Norwegia Knoke kemudian ditetapkan sebagai pilot tempur. Di sana pula ia mulai belajar memperhitungkan kemampuan pesawat Spitfire yang menjadi lawannya. Beberapa kali ia mencoba untuk mengejar pesawat pengintai Spitfire yang mencoba mengambil gambar kapal perang Jerman di pelabuhan Norwegia. Berkali-kali Spitfire berhasil lolos dari kejaran pesawat Emil meskipun Knoke telah melepas tutup radiatornya untuk menambah kecepatan pesawat. Akhirnya, pada tanggal 5 Maret 1942, Knoke mendapat posisi di belakang pesawat Spitfire saat pilotnya berkonsentrasi dengan kamera dan tidak melihat kedatangan pesawat Messerschmitt. Pesawat spit pun tertembak ketika dihujani tembakan dari pesawat Emil. Sang pilot Inggris melontar keluar dan dijemput oleh pesawat kecil Fieseler Storch, kemudian dibawa ke lapangan terbang Jerman. Komandan atasan Knoke telah menjanjikan sebotol brandy bagi pilot yang berhasil menembak jatuh pesawat Spit yang telah berulangkali lolos. Brandy pun diminum di sebuah kapal selam Jerman untuk merayakan kemenangan atas pesawat Spit dan pilotnya yang ditembak jatuh, yang saat itu dibawa ke mess perwira.

Norwegia telah memberi sensasi pada Knoke diluar pertempuran yang terjadi, seperti peristiwa ketika ia harus mendarat di sebuah sungai es karena kehabisan bahan bakar, dan harus menunggu 48 jam sebelum bantuan datang. Namun peristiwa yang paling menarik adalah ketika ia ditugaskan kembali ke Jerman untuk mempertahankan kota Reich. Pesawat 109E diperbaharui selama tahun 1942 dengan model 109F dan 109G, dan di Jerman Knoke menggunakan seri “G” singkatan dari Gustav, yang memiliki kecepatan dan ketinggian lebih baik.

Ia menjadi bagian dari pasukan pertahanan di wilayah pesisir North Sea ketika pesawat pembom Mosquito milik R.A.F. melakukan serangan mendadak ke Berlin menjelang pidato Göring & Göbbels. Cuaca bulan November sangat buruk. Hujan dan kabut menghalangi pandangan. Hanya pilot berpengalaman seperti Knoke yang berani melakukan terbang buta. Ia diperintahkan untuk mengejar pesawat Mosquito. Pemantau radar memberi petunjuk pada pesawat. Dalam pandangan yang terbatas, Knoke melihat samar-samar pesawat di depannya. Bentuknya seperti Mosquito. Perlahan-lahan ia mendekatinya dari belakang. Ia melepas tutup radiator untuk menambah kecepatan, dan mendekat hingga sekitar 50 yar. Tembakan pertamanya langsung mengenai mesin pesawat Mosquito hingga terbakar. Sayapnya pun patah. Pesawat Mosquito jatuh ke perairan North Sea.

Para pilot tempur Jerman sadar bahwa perang mulai berubah ketika pada akhir Januari 1943, Angkatan Udara AS melakukan serangan pertama ke Jerman. Mereka menggunakan pesawat pembom Fortress dan Liberator yang diyakini tak terkalahkan dengan persenjataannya. Keyakinan ini hilang ketika sebuah pesawat Amerika itu jatuh karena tembakan pesawat Jerman. Namun kekuatan armada pembom yang terus meningkat menyebabkan pertahanan Jerman terus tertekan. Knoke berpikir untuk menjatuhkan bom di atas formasi pesawat Amerika. Pesawat Gustav-nya dapat membawa 500 pon bom. Ia pun membawa bom besar dan menjatuhkannya di atas sekumpulan pesawat Fortress yang terbang di daerah Heligoland pada tanggal 22 Maret 1943. Satu pesawat hancur.

Setelah laporannya diterima, Komando Tinggi Luftwaffe memanggil Knoke dan menanyakan peristiwa tersebut secara rinci. Knoke mengakui bahwa ia tidak pernah menerima perintah untuk menjatuhkan bom atas pesawat lawan. Ini merupakan idenya sendiri, dan ia telah bertindak tanpa wewenang. Malamnya, Göring berbicara secara pribadi dengannya dan menyatakan penghargaannya atas inisiatif Heinz. Namun pagi harinya jenderal Korps Udara menelpon, berang karena seorang pilot berani bertindak tanpa perintahnya, dan meminta Knoke untuk menjelaskannya. Knoke pun mengatakan bahwa ia telah menerima pernyataan pribadi Marsekal Reich berupa penghargaan atas inisiatifnya, dan jenderal tersebut langsung menutup telpon.

Pemboman terhadap formasi pesawat pembom Sekutu terus berlanjut, kadang gagal dan kadang berhasil. Suatu kali, sebuah bom menghancurkan tiga pesawat Fortress. Ini terjadi ketika sebelas pesawat Messerschmitt mengejar pesawat-pesawat Fortress setelah kehilangan salah satu pesawat dan pilotnya ditolong dengan kapal penyelamat. Setelah roket 8 inchi dipasang pada pesawat Gustav pertengahan Agustus 1943, skor kemenangan mereka semakin besar atas pesawat pembom Sekutu.

Di akhir bulan September 1943 para pilot tempur Jerman terkejut dengan munculnya pesawat Lightning dan Thunderbolt yang mengawal pesawat pembom Amerika. Kekalahan pesawat-pesawat Jerman semakin besar, dan beban pertempuran udara semakin condong ke arah mereka. Menjelang musim dingin, Göring melakukan inspeksi pasukan. Ia tidak lupa terhadap kemenangan Knoke atas pesawat Mosquito. Marsekal ini lalu menganugerahinya dengan Lencana Emas Jerman, dan memberi penghormatan pada sang pilot muda tersebut.

Knoke beruntung selamat dari pertempuran. Ia sempat jatuh diantara pepohonan saat menerbangkan sebuah pesawat transport bermesin tunggal dalam sebuah perjalanan resmi. Ia harus turun dengan parasut beberapa kali, salah satunya hampir menewaskannya saat kanopi pesawatnya terbuka, dan jatuh di perairan North Sea lalu diselamatkan dengan kapal. Ia terluka dalam pertempuran, namun meninggalkan rumah sakit sebelum sembuh untuk kembali bergabung dengan unit pasukannya.

Sebagian besar pertempurannya adalah berhadapan dengan pesawat-pesawat pembom Angkatan Udara AS serta pesawat pengawalnya. Pada musim panas 1944 kekalahan pesawat tempur Jerman sangat besar. Dengan kekuatan udara Sekutu yang terus meningkat, kehilangan satu pesawat Jerman akan sangat berarti bagi Luftwaffe, setara dengan sepuluh pesawat tempur Sekutu. Akhirnya Knoke hanya bisa menerbangkan enam pesawat Gustav, sebagian lainnya sudah tua dan tak dapat dipakai. Mereka bertemu dengan 60 pesawat Thunderbolt dan Mustang. Lima pesawat Gustav tertembak, namun dua orang pilot berhasil menyelamatkan diri. Knoke menabrakkan diri dengan sebuah pesawat Mustang, dan melontarkan diri. Seorang pilot pesawat Thunderbolt menembakinya saat ia mengapung di air, namun luput dan justru menewaskan seorang sersan pilot Jerman yang sedang bergantung pada parasutnya.

Knoke mencoba pesawat jet Messerschmitt 163 terbang hingga 25.000 kaki dalam waktu tiga menit. Pada musim semi tahun 1944 ia menerbangkan pesawat Messerschmitt 262 jet-ganda secara eksperimental. Namun ia sadar ini sudah terlambat. Jumlah pesawat tempur Sekutu yang melintasi Jerman saat itu sudah terlalu banyak untuk dapat dihancurkan oleh pertahanan Jerman.

Pada musim gugur tahun 1944 ia dikirim ke medan pertempuran di Balkan. Saat perjalanan darat pulang dari sana kendaraan mereka menginjak ranjau yang dipasang pada sebuah jembatan dan meledak. Salah satu kaki Knoke terluka parah dan harus diamputasi. Ia tidak bisa terbang lagi, dan harus bolak-balik ke rumah sakit. Buku catatan prestasinya dikirim kepadanya secara resmi, dan ia menerima penghargaan Lencana Ksatria dan Lencana Kehormatan sebagai tanda jasa.

Ia menerbitkan otobiografinya yang berjudul “Aku Bertarung demi Sang Führer.” Inilah yang membedakannya dengan legenda para pilot Sekutu. Ia bertempur untuk pandangan seorang pribadi. Ia telah terbang lebih dari 400 kali operasi, dan beraksi di udara dengan keberanian yang setara dengan musuh-musuhnya. Seperti para penerbang besar lainnya, ia bertempur secara agresif. Ia mengerahkan segenap kemampuannya dalam setiap pertempuran, dengan menerbangkan pesawat Messerschmitt-nya untuk memburu dan menembak. Skor resminya adalah 52 kemenangan. Dengan demikian pramuka dari Hamelin ini menjadi Hauptman (kapten) yang mengomandani satu wing tempur, dan di Galland ia mencatat hari pertahanan paling bersejarah bagi Angkatan Udara Jerman pada Perang Dunia II.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: