Beranda » Jurnalku » Menjadi Tamu Kehormatan PAF

Menjadi Tamu Kehormatan PAF

Bersama Panglima Kohanudnas dan Wakasau Polish Air Force (AU Polandia) di depan PAF Operation Centre.

Adalah suatu momen berharga bisa berkunjung ke Polandia, salah satu negara yang memiliki rakyat yang ramah, sejarah militer yang panjang dan berpengalaman beberapa kali dalam perang besar namun dengan kekuatan yang paling lemah. Negara kecil yang kemampuan pertahanannya – bila disejajarkan negara Eropa lain – termasuk biasa-biasa saja, telah luluh-lantak dalam PD II, lalu terisolir dalam blok timur dalam era perang dingin. Kini Polandia mencoba bangkit mengejar ketertinggalan ekonomi serta ilmu pengetahuan dan teknologi, hingga bisa eksis di mata tetangganya yang super power.

Saat berada dalam sebuah van yang menyusuri tengah kota Warsaw, seorang perwira dari Polish Air Force (PAF) yang menjadi pemandu kami, menunjuk sebuah bangunan megah yang kini tampak lengang. “Bangunan itu adalah bekas komando tertinggi Warsaw Pact!” begitu katanya dalam bahasa Inggris yang terpatah-patah. Ya, itulah komando yang dulu begitu ditakuti oleh Amerika beserta kroninya, kini cerita kedigdayaannya tinggal kenangan. Ironisnya lagi “Polish” yang lazim di-indonesiakan dengan sebutan Polandia, akhirnya bergabung menjadi negara anggota NATO pada tanggal 12 Maret 1999, bersama Hungary dan Czech Republic.

 Satu hal yang dapat dijadikan contoh dari apa yang terjadi di PAF adalah proses alih teknologi yang begitu mulus, dimana pada awalnya sistem pertahanan mereka mengacu dengan teknologi blok timur, lalu setelah bergabung NATO, mereka harus meletakkan Doktrin NATO sebagai doktrin tertinggi pertahanan, sehingga seluruh sistem pertahanan PAF harus bisa interkoneksi dengan komando tertinggi NATO.  Sehingga negara yang 99% penduduknya beragama Katolik Roma ini, walaupun memiliki kekuatan udara yang relatif kecil namun memiliki sistem pengamanan wilayah udara yang kuat dan cukup percaya diri karena di-back up oleh kekuatan NATO.

Terjepit Diantara Negara Adidaya

Sejarah PAF dimulai pasca PD I, dimana Polandia mulai membentuk unit-unit udara bermodalkan pesawat-pesawat Perancis dan secara resmi berdiri tanggal 29 September 1919. Karena dalam masa damai dan kondisi ekonomi yang tidak terlalu baik maka PAF tidak berkembang di mas-masa awal pertumbuhannya. Minimnya kekuatan yang dimiliki maka saat Jerman menyerbu Polandia dalam operasi yang bersandi Operation White (Fall Weiss) pada pukul 04.45 tanggal 1 September 1939, kekuatan udara PAF lumpuh dalam dua hari.  Saat itu AU Jerman Luftwaffe mengerahkan 850 pesawat bomber dan 400 fighter. Kekuatan PAF sendiri terdiri dari 210 bomber dan 150 fighter dengan kemampuan yang inferior.

Saat ini, rakyat Polandia sebenarnya tak terlalu peduli dengan perlombaan senjata negara maju, bahkan sistem pertahanan yang dimiliki dibiarkan lemah untuk ukuran kawasan Eropa. Masa-masa perang dingin telah membuat rakyat Polandia lebih memilih isu-isu pembangunan ekonomi. Namun letak geografis Polandia yang dikelilingi oleh negara-negara yang ambisius, pernah hancur total karena diserbu oleh negara-negara tetangga di PD II, membuat mereka harus tetap waspada. Bertahan di atas kekuatan sendiri tentunya terlalu jauh kemungkinannya untuk bisa bersaing. Maka pilihannya adalah bergabung lagi dengan aliansi pertahanan.  Warsaw Pact bubar dan dianggap tidak memberi keuntungan yang relevan maka Polandia memilih NATO.  NATO sendiri seperti mendapat durian runtuh dengan bergabungnya Polandia dalam keanggotaannya. Saat pertama kali bergabung, Polandia adalah satu-satunya negara anggota yang berbatasan langsung (darat-udara) dengan Rusia, sehingga menjadi salah satu ujung tombak sistem pertahanan NATO.

 Ikut NATO bukan berarti selalu enak. Sebagai konsekuensi dari keanggotaanya di NATO, PAF pun harus membayar iuran yang cukup mahal setiap tahun dan membeli paket persenjataan produksi Amerika.  Pemerintah Polandia mengucurkan dana 10 milyar dollar Amerika untuk mendapatkan tiga skadron F-16C/D blok 52M+ dalam program yang dinamakan Peace Sky Program. Kebetulan pada tanggal 15 Maret 2006, pesawat F-16 bernomor 4040 berhasil melaksanakan test flight di Ft. Worth Texas. Inilah pesawat F-16 pertama dari 48 buah yang dipesan PAF yang berhasil mengudara.

Saat ini, Polandia memiliki industri kedirgantaraan yang cukup baik yaitu Telecommunication Research Institute – PIT, dengan produk-produknya yang handal. Pada tahun 60-an, produk radar mereka sudah digunakan oleh TNI AU. Saat ini pesawat transport Skycraft digunakan oleh TNI AL. Paket yang ditawarkan cukup menggiurkan, dengan kemampuan radar yang sepadan dengan radar produksi Thomson – Perancis, PIT menawarkan harga sepertiganya. So, harga untuk satu radar produksi Thomson bisa dibelikan tiga radar produksi PIT. 

 

KEKUATAN UDARA PAF

 

Tipe Pesawat

Total
Awal

Total
Skrg

Fungsi

Asal

Lockheed Martin F-16C/D Block 52 36/12£ 36/12£ Interception/Training USA
MiG-29A/UB Fulcum A 25/8 25/8 Interception/Training USSR/Czech Rep./
Germany
Su-22M-4/UM-3K Fitter 96/20 76/13 Recon./Attack/Training USSR
WSK TS-11 Iskra 200+ 152♦ Training/Attack lokal
PZL-130 Turbo-Orlik 45 34 Training lokal
PZL-Swidnik SW-4 47** 47** Helicopter Training lokal
Lockheed C-130K Hercules 5** 5** Transport UK
EADS C.295M 8** 8** Transport Spain
An-26 Curl 12 10 Transport USSR
An-28TD Clod 2 2 Transport USSR
PZL M-28 Bryza 10** 10** Transport local
An-2 Colt 135 24 Transport USSR
Tupolev Tu-154M 4 2 VIP Transport USSR
Yak-40 Codling 19 9 VIP Transport USSR
Mil Mi-8 Hip 63 13 Transport USSR
Mil Mi-2 Hoplite 100+ 79 Anti-Tank/AOP/Scout lokal
PZL W-3 Sokol 9 7 Liaison lokal
PZL W-3W Huzar 11 11 Liaison lokal
Bell 412HP 3 1 Transport USA

* = di pabrik.
** = dalam proses kirim.
♦ = masih aktif.
£ = dalam proses pemesanan.

Markas Besar Yang Kecil

PAF memiliki kekuatan 31.000 personel dan terbesar nomor dua setelah Polish Army yang berjumlah 89.000 personel.  Pertama kali berkunjung di Mabes PAF yang terletak di Warsaw UI Wawelska 7, kita boleh bangga bahwa Mabes Cilangkap jauh lebih megah dibandingkan dengan gedung yang sederhana dan berhalaman sempit itu. Mabes PAF hanya berkekuatan tak lebih dari 400 staf dan dua perwira tinggi, yaitu Commander of PAF Letjen Stanislaw Targosz dan Deputy Commander merangkap Commander Air Operation Centre Letjen Majewski. Staf lain berpangkat Kolonel sedangkan para perwira tinggi lainnya ada di komando lapangan.

Sebuah efisiensi organisasi yang patut kita contoh. Dengan organisasi staf yang sederhana, jumlah kekuatan personel yang sepadan TNI AU, kekuatan udara yang jauh lebih besar, PAF mengotimalkan kekuatan di komando lapangan (bawah) dan personel minimal di organisasi staf. Kekuatan tempur PAF dibagi dalam tiga korps, dimana ada dua sampai tiga brigade dalam setiap korps. Total tidak lebih dari 15 perwira tinggi dalam organisasi PAF.

Pusat pertahanan udara Polandia berada di bawah kendali Air Operation Centre (AOC). Wakil panglima PAF sekaligus menjabat sebagai Panglima AOC.  AOC menerima transfer data dari semua pantauan unit radar, brigade rudal darat-udara, kapal, tank dan semua unit pertahanan udara  yang beroperasi di bawah kendali Angkatan Bersenjata Polandia. Kecanggihan sistem AOC memungkinkan mereka untuk memandu taktik penyergapan target udara dari markas pusat AOC di Warsaw.  Hal ini menjadikan unit radar menjadi efisien karena Ground Control Interceptor (GCI) tidak perlu ada di kabin unit radar namun cukup di AOC.  Asalkan radar beroperasi dan mendapatkan target, maka penyergapan bisa dilakukan dari Markas AOC. Unit Radar PIT – yang digunakan oleh PAF dan ditawarkan kepada TNI AU – diawaki hanya oleh 30 orang dan hanya 5 personel dalam sekali duty shift. 

Ada memang cerita yang sedikit menyedihkan. Sampai sekarang ini, kemampuan ekonomi pemerintah Polandia belum terlalu baik untuk mendanai PAF. Hal ini berpengaruh dalam rekruitmen personel, dimana setiap orang harus menandatangani kontrak tiga tahunan.  Tidak peduli prajurit di tingkat bawah sampai dengan para perwira, maka mereka siap-siap dikeluarkan sewaktu kontrak tidak diperpanjang.  Rekomendasi perpanjangan di dapat dari Mabes dengan melihat saran dari para atasan langsung. Jadi kalau tidak ingin dipecat ya harus bekerja keras dan menunjukkan profesionalisme dalam tugas.

20 Agustus 2005, Warsaw


3 Komentar

  1. rischan mengatakan:

    keren2 lam kenal ja maz…🙂 rischan.wordpress.com

    • budhiachmadi mengatakan:

      sama2 bro…. saya baru buat sebulan ini buat blog he he he… tapi karena sudah lama hobby menulis di media…. ini baru di attach pelan2…. maklum agak telat and tulalit ngeblognya krn kesibukan

    • budhiachmadi mengatakan:

      salam kenal juga ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: