Beranda » Kedirgantaraan » Pengeboman Kedubes China di Beograd

Pengeboman Kedubes China di Beograd

Isu menarik terjadi saat armada NATO melakukan serangan besar ke Beograd Yugoslavia karena krisis Kosovo.   Yaitu pengeboman atas kedutaan besar China dan penduduk sipil lainnya, yang oleh pihak NATO telah dinyatakan sebagai kesalahan pengeboman.  Kalau itu benar sebagai sebuah kesalahan, itu adalah kesalahan paling bodoh yang pernah dilakukan negara yang punya senjata canggih seperti Amerika.   Yang sangat aneh, saksi mata yang melihat aksi pengeboman pada tanggal 8 Mei 1999 tersebut mengatakan, bahwa pesawat-pesawat tidak hanya sekali saja meluncurkan bom dan roketnya ke arah kedutaan, namun berkali-kali/diulang dalam kesempatan berikutnya.   Mungkinkah para pembaca masih percaya bahwa kejadian tersebut adalah sesuatu yang tidak disengaja  ?   Banyak opini berkembang setelah kejadian tersebut berlalu beberapa waktu.  

Media masa barat yang berpihak pada kebijaksanaan NATO sudah jelas akan mengatakan bahwa kejadian tersebut adalah sesuatu yang tidak disengaja walaupun menyesalkan kesalahan pengeboman itu sebagai sebuah kesalahan paling bodoh yang pernah dilakukan oleh armada NATO.    Masyarakat Serbia dan China mengenang kejadian tersebut sebagai serangan kejam yang telah membunuh banyak warga sipil termasuk anak-anak dibawah umur.  

Pada tanggal 20 mei 1999, berdasarkan pemberitaan TV Serbia, NATO ternyata telah membombardir sebuah rumah sakit di kota Beograd.   NATO menyangkalnya, bahwa tempat tersebut adalah pusat jaringan internet dan komunikasi rahasia Serbia.   Pada kenyataannya kedua tempat tersebut memang bersebelahan.   Korban manusia tak berdosa pun tidak bisa dihindarkan dalam serangan tersebut.   NATO menganggap bahwa berita-berita itu adalah salah satu bagian propaganda Serbia.

Pada suatu kesempatan, pihak NATO mengeluarkan hipotesa tentang kesalahan pengeboman tersebut.   Pertama, konstruksi bangunan tersebut dengan bentuk sama dan berdekatan telah menimbulkan kebingungan dalam mengarahkan roket/bom yang diluncurkan dari pesawat-pesawat tempur NATO dengan bantuan tehnologi Global Positioning System (GPS).   Kedua, bom/roket berhasil ditembak di angkasa oleh rudal darat ke udara Serbia meledak ke segala penjuru atau melenceng ke tempat lain.   Alasan yang dikeluarkan oleh NATO ini tentunya sangat tidak masuk akal.   Namun, inilah perang informasi yang digunakan untuk mempengaruhi opini publik dunia yang awam terhadap polotik kotor mereka.  

Pada tanggal 14 April 1999, NATO juga membuat kesalahan fatal dengan blunder yang dilakukan para penerbangnya (atau malah disengaja).   Pesawat-pesawat NATO telah menembaki para pengungsi di dekat kota Djakovica.   NATO masih juga berkelit bahwa bom yang meledak itu bukan miliknya.   Seorang reporter NBC telah membuat laporan yang menyudutkan Serbia saat mengatakan bahwa bom yang jatuh itu adalah sebuah bom berberat 1000 lbs, dengan tulisan M-K-82.   Sedangkan bom yang biasa dipakai oleh NATO adalah MK-82 dengan berat 500 lbs (227 kg), bukan 1000 lbs.   Dengan data-data tersebut, NATO bahkan menuduh balik pasukan Serbia yang membuat aksi pengeboman tersebut.   

Pada awal Mei, China secara terang-terangan telah menunjukkan dukungannya terhadap pemerintah Yugoslavia.   Laporan yang diterima Pentagon, Media massa China telah dinilai  mengobarkan gerakan anti Amerika.   China mengganti film-film Amerika, dengan film gerakan anti perang dan  gerakan pro Serbia.   Pemerintah China memang telah melontarkan kritik keras terhadap kebijaksanaan NATO di Serbia.   Pernyataan itu bisa jadi bersumber pada ulah Amerika terhadap China, yang terkesan mau menang sendiri dalam setiap masalah internasional.  

Beberapa hari setelah pengumuman dukungan China terhadap Serbia tersebut, pengeboman terhadap kantor kedutaannya di Beograd pun terjadi.   Dengan santainya, Amerika mengeluarkan film tentang adanya kesalahan koordinat peta yang dikirim oleh satelit terhadap bom JDAM dengan tehnologi GPS.   Bom tersebut diluncurkan dari pesawat B-2 spirit dari tempat yang tinggi dan menghantam kantor kedutaan China.  

Pemerintah China pun berteriak keras menanggapi kejadian ini.   Mereka tidak percaya bahwa kejadian ini adalah sebuah kesalahan atau ketidaksengajaan.   Mereka menuduh Amerika yang punya sentimen berlebihan dan arogan.   Amerika memang memiliki banyak ganjalan, terutama masalah perdagangan dan Taiwan.  Pihak Amerika pun mengumpulkan beberapa tuduhan, untuk melawan serangan China.   Pertama, Amerika sendiri menuduh China telah mengeksploitasi kesalahan pengeboman tersebut untuk menaikkan citra pemerintah China yang mengalami krisis kepercayaan dan demokratisasi terhadap rakyatnya.   Bahkan pemerintah China telah dituduh memberi fasilitas transportasi dan mendorong usaha penyerangan terhadap kantor kedutaan Amerika di Beijing.   Kedua, Amerika menganggap bahwa kesalahan tersebut dieksploitasi juga untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap skandal spionase China yang telah terbukti mencuri tehnologi nuklir Amerika.   Ketiga, kejadian itu digunakan China sebagai ungkapan kekecewaan terhadap Organisasi perdagangan Dunia WTO, yang dimotori negara-negara barat dan banyak merugikan China.   Terakhir, Amerika menuduh China berusaha menggunakan kejadian itu untuk mengalihkan perhatian rakyat China yang akan mengadakan perayaan 10 tahun tragedi pembantaian Tiananmen.

 China sudah menganggap bahwa pengeboman tersebut adalah kejadian yang disengaja.   Mengapa ?  Karena aksi pengeboman tersebut diarahkan pada kantor atase pertahanan dan jalur komunikasi kedutaan yang letaknya memang berdekatan dengan agen senjata AB Yugoslavia.  Amerika sudah menaruh kecurigaan yang besar terhadap gerak-gerik Beijing yang pada tahun-tahun terakhir banyak berseberangan dengan kebijaksanaan Amerika.   Apalagi dalam konflik di Kososvo, China termasuk negara yang mengecam aksi-aksi pesawat-pesawat tempur Amerika tersebut.   

Bila kita berada pada posisi netral dalam permasalahan ini, kita pasti akan bertanya-tanya, apa sebenarnya yang terjadi di kantor kedutaan China di Beograd pada hari-hari sebelumnya.   China sendiri juga tidak mau transparan dalam permasalahan ini.   Intelijen Amerika telah mencurigai kantor kedutaan tersebut sebagai pusat dukungan China di Yugoslavia.   Sehingga skenario kesalahan pengeboman mungkin menjadi sebuah pilihan untuk menghancurkan partisipasi China dalam krisis Kosovo.  

Amerika juga menjawab berbagai tuduhan kesalahan pengeboman atas rombongan pengungsi etnis Albania dengan cara yang licin.   NATO telah menargetkan untuk menghancurkan semua jalur perhubungan menuju Beograd, utamanya adalah jembatan dan jalur kereta api.   Hal ini dimaksudkan untuk mengisolasi pasukan Serbia agar tidak bisa keluar dari Beograd.   Pangkalan-pangkalan udara telah dibombardir agar pesawat tempur Serbia tidak bisa mengudara.  

Pada awal-awal serangan, cuaca sangat mendukung untuk serangan udara yang sempurna.   Namun dengan datangnya cuaca buruk, banyak target yang sangat sulit untuk dikenali.   Inilah yang menjadi alasan NATO tentang kesalahan penerbang-penerbangnya yang dicurigai telah menembaki para pengungsi.   Perlu diketahui, bahwa serangan udara di Serbia telah melibatkan 1/3 dari kekuatan Amerika di garis depan, termasuk 165 buah pesawat tanker.   Sehingga sangat mungkin bila terjadi berbagai kesalahan prosedur penembakan, walaupun hal itu adalah sesuatu yang sangat bodoh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: