Beranda » Syair » Ketakutan Di Atas Segala Ketakutan

Ketakutan Di Atas Segala Ketakutan

Bertanya aku padanya, mengapa ketakutan menyelimutiku manakala gelap.   Lalu ia pergi sesaat dan kembali datang padaku membawa obor, terlihat seorang muda berwajah bening dengan bibir selalu bergerak-gerak.   Seperti meracau tapi tak bersuara.

Bertanya aku padanya, mengapa kekosongan menjilatiku manakala mata terpejam di dalam diam.   Segera ia beranjak pergi dan kembali datang padaku mengulurkan sebuah tangan yang tergenggam.   Terbuka telapakku menerima sebuah kerikil hitam itu.   “Jadikanlah ia sebagai tanda” katanya.    Lalu kembali bibirnya bergerak-gerak.   Seperti meracau tapi tak bersuara.

Bertanya aku padanya.   Setelah terbebas dari jerat gelap dan kosong di sebuah detik nol kini, mengapa ketakutan juga merayapi  dalam langlang rimba lebat.   Segera ia beranjak pergi.   Dalam temaram bulan dan bintang, ia terjun lalu menenggelamkan dirinya dalam air kali.   “Kamu kalah dengan ikan” katanya.  Lalu ia menepi duduk tawadu’, hanya wajah beningnya yang tersembul, mendongak, dengan bibir yang bergerak-gerak.   Seperti wajah pengemis kedinginan tapi tak bersuara.

Kini kusentuh kerikil hitam itu, tanda itu.   Tapi untuk siapa.   Kudekati wajah bening yang mendongak itu tuk memecah jawab.   Ya, ya, akhirnya kutahu bibir itu tidak meracau.   Ya kekasihku telah terhisap, Yang kucintai dalam embusan berikutnya.   Kini ku mendongak, lalu hilang ketakutan segala.  

 

 

Bakda Isya’ 23.00, Minggu 19 Juli 2009

Malam “Isra’ Mi’raj”


1 Komentar

  1. fadillahcinta mengatakan:

    dalam gelap, semua yang buruk terjadi, begitupun takut yang menyertainya..
    hanya saja takut pada siapa?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: