Beranda » Kedirgantaraan » Awal Mula Penamaan Skadron Udara TNI AU

Awal Mula Penamaan Skadron Udara TNI AU

Secara historis, Angkatan Udara pernah mempunyai Skadron Udara 1 sampai 5, sehingga nomor itu sudah tidak bisa digunakan lagi pada masa berikutnya (skadron 1 tempur taktis, skadron 2 angkut ringan, skadron 2 buru sergap, skadron 4 angkut ringan, skadron 5 intai) sedangkan Skadron Udara 6 sampai 9 disiapkan untuk skadron helikopter.   Maka Skadron Udara 11 sampai 19 disiapkan untuk skadron jet tempur. Skadron Udara 11 menjadi skadron jet tempur pertama Angkatan Udara, yang berdiri pada tahun 1957.   Sehingga skadron tempur yang lain mendapatkan nama setelah nomor 11. Kebetulan pada  tahun 1962, ada dua skadron tempur yang didirikan yang diberi angka 12 dan 14.   Angka 13 tidak dipakai karena beberapa tokoh menganggap angka itu bisa mendatangkan kesialan. Jadilah pada akhirnya, armada pesawat MiG-19 masuk ke jajaran Skadron Udara 12, Lanud Kemayoran dan MiG-21 masuk dalam jajaran Skadron Udara 14, Lanud Iswahjudi. Dikemudian hari, aturan ini berlanjut dengan penamaan Skadron Udara 21 dan 22 untuk skadron pembom, Skadron Udara 31 dan 32 untuk skadron angkut berat, dan Skadron Udara 41 dan 42 untuk skadron pembom jarak jauh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: