Beranda » Dog Fight - Pertempuran Udara » Di Langit, Sendiri

Di Langit, Sendiri

Lazimnya dalam pertempuran udara modern, tak seorangpun penerbang boleh bertempur seorang diri tanpa wing man, namun mereka harus selalu siap terhadap pertempuran yang tidak lazim…..yaitu pertempuran udara satu lawan satu….”

Jendral Fredrick C. “Boots” Blesse

Di era sekarang, bertempur seorang diri adalah pekerjaan paling beresiko.   Namun penerbang tempur harus siap bila pada saatnya harus bertempur sendiri.   Para penerbang Iswahjudi juga sudah menerima taktik pertempuran perorangan dalam suatu siklus latihan. Bahkan pertempuran inilah yang pertama kali dikenalkan bagi para penerbang-penerbang muda.   Dengan pertempuran kecil, penerbang bisa berkonsentrasi dan mudah menyerap taktik pertempuran yang lebih besar.

Di era 60-an, rudal-rudal pintar yang mampu ditembakan dari semua sudut dan dari jarak yang jauh belum kita kenal.  Penerbang masih mengandalkan gun dalam pertempuran.  Untuk mampu menembak dengan jitu dan tepat sasaran terhadap pesawat musuh, seorang penerbang harus bermanuver dulu untuk masuk jarak tembak dan sudut serang yang tepat.   Sedangkan pesawat musuh yang melihat kalau dirinya diserang, sudah pasti akan bermanuver juga untuk mempertahankan diri dan kalau mungkin balik menyerang kita.   Nah, disinilah diperlukan taktik pertempuran perorangan yang baik. 

Bertempur sendiri memang banyak memiliki kelemahan.   Selain tidak ada yang menolong untuk mengawasi ancaman lain yang ada di sekitar, tidak ada juga yang memberikan perlindungan saat musuh menampakkan diri dalam jumlah yang lebih banyak.   Betapa ngerinya bila saat bertempur sendiri, tiba-tiba senjata tidak berfungsi padahal musuh terus mengancam.   Sehingga elemen terkecil dalam kekuatan udara adalah dua pesawat.   Dan elemen ini yang sering digunakan oleh Angkatan Udara dalam patroli di masa damai.   Dalam masa perang, kekuatan patroli bisa diubah menjadi flight yang terdiri dari tiga pesawat atau lebih.

Beberapa hal yang harus dipedomani penerbang tempur saat harus bertempur sendiri adalah sebagai berikut   :

a.         Selalu beranggapan bahwa jumlah musuh lebih besar dan bertempur menggunakan taktik itu.   Walaupun penerbang hanya melihat satu pesawat musuh, harus diyakini bahwa dalam kondisi pertempuran, akan ada pengawalan terhadapnya.   Sehingga jangan terburu-buru menyerang dengan taktik pertempuran satu lawan satu, karena akan menjadi sasaran empuk bila ada pesawat musuh lain yang tersembunyi posisinya.

b.         Selalu Berada Kecepatan Tinggi.   Saat berada dalam kecepatan tinggi, maka musuh memiliki waktu minimum untuk membidik.    Saat berada kecepatan tinggi, sangat mudah meninggalkan pesawat musuh yang sedang menyerang dan berbalik menyerang mereka.

c.         Buatlah Gerakan-Gerakan Yang Sulit Diprediksi. Terbang lurus-lurus saja tanpa belokan-belokan tajam tentunya memudahkan musuh untuk menembak.   Sehingga diperlukan gerakan membelok dengan gaya gravitasi besar dan arah yang berubah-ubah untuk mengelabuhi lawan.

d.         Biasakanlah Untuk Selalu Waspada Terhadap Area Di Belakang Ekor Pesawat.   Penerbang biasa menyebutnya “Check Six”, karena area pertempuran di belakang ekor pesawat disebut area jam 6.   Musuh sudah pasti akan menyerang dari belakang untuk mengelabui pandangan penerbang.

e.         Lakukanlah Setiap Ada Kesempatan Menembak.   Bila tidak mau tertembak, maka kita harus menembak lebih dulu.   Maka setiap ada kesempatan baik untuk menembak, kita harus sudah dalam posisi siap menembak setiap saat.   Sangat sayang bila kesempatan itu datang, sedangkan penerbang tidak siap.  

f.          Jangan Terpaku Terhadap Satu Target Saja.   Walaupun sedang melaksanakan dengan satu pesawat musuh, penerbang tidak boleh meninggalakan kewaspadaan terhadap ancaman lain.  Bila ada musuh lain yang mendekat dengan tiba-tiba, kesempatan untuk menembak pun harus dimanfaatkan.

g.          Rencanakanlah Taktik Pelarian Diri Yang Baik.    Cepat atau lambat, bahan bakarakan berkurang, sehingga penerbang harus meningglkan arena pertempuran dan pulang ke pangkalan.  Jika pada akhirnya kita tidak berhasil menembak semua musuh, maka berupaya meninggalkan pertempuran adalah sebuah pekerjaan yang berbahaya karenba musuh pun akan memburu.  Sehingga lakukanlah taktik penipuan gerakan atau bersembunyi bila memungkinkan sambil memantau ancaman melalui radar.

Dengan taktik-taktik ini, penerbang tidak hanya bisa terbang ala cow boy, namun bisa juga menjadi pahlawan bangsa dan negara.

Catatan  :                Wing man                  :  penerbang tempur yunior

                                    Elemen Leader        :  penerbang tempur berkulifikasi memimpin 1 pesawat dalam operasi tempur.    

                                    Flight Leader          : penerbang tempur berkualifikasi memimpin lebih dari 1 pesawat dalam operasi      tempur. (1 flight)

                                   Dan Skadron           :  Pimpinan satuan tempur skadron, biasanya terdiri dari 3 flight.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: