Dalam pertempuran udara, penerbang membuat gerakan aerobatik dengan manuver-manuver vertikal maupun horisontal dengan kecepatan dan tikungan yang tajam.   Hal ini mengakibatkan adanya gaya gravitasi yang diderita oleh penerbang maupun sistem pesawat.   Bila gaya gravitasi yang diderita rendah mungkin tidak jadi masalah.   Namun bila gaya gravitasi yang diderita besar, sampai 9 kali gaya gravitasi (dikenal istilah 9 G), maka penerbang bisa pingsan seketika.

Salah satu fenomena bila penerbang melaksanakan manuver yang berbahaya adalah terkena G Loc.   G Loc pada dasarnya adalah suatu keadaan yang mampu membuat hilangnya kesadaran penerbang akibat dari berkurangnya aliran darah karena meningkatnya gaya gravitasi.

Istilah G Loc mulai dikenal sejak bulan Mei 1919, saat beberapa penerbang pesawat Sopwith Triplane dan De Havilland DH-4, mengalami gejala seperti orang mau pingsan.   Setelah diselidiki oleh Medical Research Council of Great Britain, maka mulai dikenallah istilah G Loc.

G Loc ini datang dengan tiba-tiba dan sangat membahayakan penerbang dan pesawat.   G Loc bahkan telah banyak merenggut banyak korban.   Penerbang kehilangan kesadaran dan pesawat dibiarkan begitu saja menghunjam menuju tanah.  

Untuk menunda datangnya G Loc, maka penerbang diwajibkan memakai G Suit, agar bisa menambah toleransi terhadap gaya gravitasi bumi.   Namun demikian, bukan berarti penerbang sudah aman hanya berbekal dengan G Suit.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: