Beranda » Kehidupan » Jangan Kalah Oleh Cobaan

Jangan Kalah Oleh Cobaan

Saudaraku,

Suatu ketika, mungkin kita pernah berpikir, betapa berat dan kerasnya perjalanan hidup ini.  Saat hati kita seolah tak mampu lagi menahan beban masalah. Saat kita merasa lunglai, lemah dan berat melangkahkan kaki, merasa tak kuat dan bingung menghadapi berbagai  suasana hidup yang sulit dan berat.  Ketika kita tak lagi merasa  mampu berdiri menopang beban yang harus dipikul.

Tidak. Itu bukan tanda-tanda  kelemahan yang patut disesali.  Sebab manusia memang diciptakan dalam keadaan serba lemah.  Tapi Allah SWT. berjanji tidak akan menimpakan beban masalah kepada seseorang, di atas batas kemampuan orang tersebut untuk memikulnya.

Buya Hamka pernah mengatakan, tingkat cobaan iman itu tak ubahnya dengan anak tangga yang bertingkat-tingkat.  Tiap satu anak tangga dinaiki, datang dari bawah suatu pukulan hebat mengenai tubuh orang yang mendaki.  Kalau tangan kuat bergantung, kaki kuat berpijak, dan kalau akal pikiran tetap waspada, pukulan itu malah akan mendorong menaikkannya ke atas yang lebih tinggi.  Tapi kalau  tangan lemah, kaki tidak kuat, akal hilang, pikiran kusut, maka pukulan itu kan merobohkan.  Yang paling disayangkan kalau robohnya tidak hanya satu dua buah tangga ke bawah, tapi jatuh ke anak  demi anak tangga di bawah yang sangat banyak.  Bahkan karena lemahnya, seseorang sulit bangkit lagi.

Saudaraku…coba  renungkan,

Memang ada orang pintar yang hidupnya  miskin, terjegal,bahkan disingkirkan.  Ada orang bodoh yang hidupnya kaya raya, enak, ada pembela kebenaran hidupnya terisolir, dan masih ada… ada….yang  lainnya.  Tapi renungkan lagi, ketika Nabiyullah Ya’qub harus kehilangan anaknya, Yusuf yang sangat dicintainya. Bertahun-tahun kemudian hilang pula adiknya yang bernama Bunyamin.  Ketika anak yang kedua ityu hilang, karena ditangkap oleh wakil raja Mesir yang sebenarnya adalah Yusuf sendiri, Ya’qub  tetap tidak putus asa berharap pada Allah. Dia hanya menerima kejadian itu dengan harapan yang lebih besar.

Bagaimana penderitaan Nabiyullah Yusuf as. Sendiri ? Lalu lihatlah Nabi Musa as. Yang dilahirkan dalam kondisi memprihatinkan.  Kemudian Nabi Ibrahim. Ketika imannya diuji untuk menyembelih anak kandungnya sendri.

Lalu penderitaan Nabi Adam, ketika bersenang-senang  dalam surga dengan istrinya ,lalu diperintahkan untuk keluar.  Lalu kesulitan Nabi Nuh, Yang menjadi pertanyaan, pernahkan mereka mengeluh ? Tidak. Mereka yakin bahwa iman kepada Allah memang menghendaki perjuangan, pengorbanan sekaligus keteguhan hati.

Saudaraku, sekali lagi,

Jangan pernah kalah oleh beratnya cobaan hidup.  Tidak semua permintaan kita harus dikabulkan. Karena hanya Allah lah yang lebih mengenal bathin kita dari pada kita sendiri. Teka  teki hidup ini sangat banyak. Jangan pernah menyangka Allah lemah menolong hamba-Nya.

Pertolongan, bantuan,dukungan, kemenangan dari Allah itu pasti.  Sedetik pun Allah tak pernah meninggalkan hambaNya yang beriman. Dan jika Ia berkehendak, tak ada yang dapat menghalangi turunnya pertolongan dan bantuanNya.Masalah nya hanya ada pada proses turunnya pertolongan dan bantuan itu. Karenanya, sekali lagi jangan pernah kalah oleh cobaan.

Ny. Erina SN. Hutasuhut – Istri dari Almarhum Kapten Pnb Syahbudin Nur Hutasuhut, senior di Skadron Udara 14.  Alm gugur saat latihan tim aerobatik di Lanud Iswahjudi tanggal 28 Maret 2002.

Teriring salam dan do’a keluarga,  Jl. Kenanga no.255  (blk Sapto Hudoyo Gallery) Jl.Laksda AdiSutjipto KM9 Maguwaharjo Yogyakarta.  Telp.(0274) 517760


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: