Beranda » Dog Fight - Pertempuran Udara » Kekuatan Perencanaan Dalam Pertempuran Udara

Kekuatan Perencanaan Dalam Pertempuran Udara

Pertempuran udara berlangsung serba cepat.   Kadang-kadang dalam satu pertempuran, hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 menit untuk mendapatkan siapa pemenangnya.  Satu kali membuat kesalahan berarti mati.   Sehingga diperlukan koordinasi yang baik sebelum memulai pertempuran.   Koordinasi antar penerbang tersebut dilaksanakan dalam suatu bentuk briefing.  Baik prebriefing sebelum terbang maupun debriefing setelah terbang.

Jangan samakan briefing yang dilaksanakan oleh para penerbang dengan briefing lain atau rapat-rapat lain yang diisi dengan canda tawa.   Briefing bagi mereka adalah separoh dari pertempuran.   Walaupun mereka briefing ditempat ber-AC, namun tidak pengaruhnya bagi penerbang yunior.   Keringat tetap saja mengalir deras karena stress.   Para penerbang akan di cek satu persatu dalam segala hal.   Komandan akan memberikan pertanyaan paling sulit ataupun kemungkinan kondisi terburuk dan tindakan apa yang harus kita ambil.    Tidak ada tidak siap dalam briefing tersebut.  Tidak siap menjawab pertanyaan berarti pula gagal terbang.  Kadang-kadang perjalanan menuju ke cockpit pesawat pun rasanya menjadi jauh berkilo-kilo bila para penerbang harus berhadapan dengan para seniornya, karena mendapatkan pengecekan yang terkadang sulit dijawab.  Briefing adalah syarat mutlak bagi sebuah operasi penerbangan di Iswahjudi.   Ada tiga briefing yang wajib diikuti oleh semua penerbang sebelum mereka melaksanakan tugasnya. 

Yang pertama adalah briefing Peraturan Lalu Lintas Udara (PLLU) dan meteorologi.   Dari briefing ini para penerbang akan tahu, situasi dan kondisi wilayah yang akan digunakan untuk pertempuran udara.   Penerbang akan tahu berapa panjang landasan yang digunakan, bagian mana yang rusak dan bagian mana yang membahayakan.   Penerbang juga bisa mengatisipasi cuaca yang terjadi di area pertempuran (aerial combat), karena hal ini bisa mempengaruhi taktik yang akan digunakan.  Sehingga perang orang-orang yang ada di dinas PLLU dan meteorologi dalam mendukung kesuksesan suatu misi penerbang tempur sangatlah besar.

Briefing kedua adalah briefing komandan. Orang nomor satu di sebuah satuan pesawat tempur adalah komandan skadron.   Di atas komandan skadron ada seorang komandan Wing Tempur.   Sehingga , mereka biasanya akan menentukan kebijakan umum tentang penerbangan secara umum.   Kebijakan itu biasanya menyangkut urusan keamanan terbang, taktik-taktik umum yang akan dilakukan, dan hal-hal lain yang dipandang perlu demi kesuksesan dan keselamatan misi.

Breifing ketiga dinamakan dengan briefing flight.   Breifing ini diberikan oleh penerbang paling senior dalam misi.   Brieing khusus membicarakan masalah operasi penerbangan yang akan dilaksanakan berdasar brieing dan arahan dari komandan wing dan komandan skadron, juga melihat siatuasi dan kondisi area pertempuran dari dinas PLLU dan meteorologi.   Brefing flight ini merupakan ujian awal bagi seorang penerbang tempur.  Mereka akan saling mengecek kesiapan.  Siapa yang tidak siap terbang akan terlihat dalam brieifing ini.  Siapa yang tidak mendengar arahan komandan sebelumnya akan terlihat dalam briefing ini.  Tidak peduli senior atau yunior dibebaskan untuk saling menguji pengetahuan tentang misi yang akan dijalankan.  Setelah cek kesiapan telah dilaksanakan, komandan misi akan menjelaskan rencana pertempuran yang akan dilaksanakan lengkap dengan aturan main, rules of engagement,  yang akan dilaksanakan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: