Beranda » Sejarah Militer » Lambang TNI AU Swa Bhuwana Paksa

Lambang TNI AU Swa Bhuwana Paksa

Lambang Swa Bhuana Paksa diciptakan oleh dua anggota TNI AU, Hupudio dan Saridjan, pada awal tahun 1950.   Untuk memenuhi kebutuhan saat itu, maka konsep lambang tersebut digunakan TNI pada surat resmi.   Lambang Swa Bhuana Paksa secara resmi digunakan TNI AU bertepatan dengan peringatan ketujuh Hari Angkatan Perang ketujuh, 5 Oktober 1952 di Jakarta.   Kata0kata Swa Bhuana Paksa adalah sumbangan pikiran Prof. Dr. R. Ng. Poerbacaraka, ahli bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno, yang bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti ‘Sayap Tanah Air’.   Kata Swa, berasal dari kata Sva’ yang berarti ‘ku sendiri’ (my own).    Kata Bhuana berasal dari kata bhuvana yang artinya ‘dunia’ atau ‘tanah air’.   Kata Paksa (dibaca Paksya), berarti ‘sayap’ atau ‘pembela/pelindung’.   Dengan demikian, Swa Bhuana Paksa adalah Sayap Tanah Air, Pelindung/Pembela Tanah Airku.

 

Lambang Swa Bhuana Paksa terdiri 6 bagian, yaitu :

Burung Garuda, yang memiliki sifat gagah dan berani melambangkan TNI AU sebagai pengawal kedaulatan negara.  Sayap yang sedang dikembangkan, memiliki makna bahwa TNI AU selalu siap terbang (beroperasi) kapan pun diperlukan.   Jumlah bulu sayap adalah 17 helai dengan susunan 8, 5, dan 4 yang diartikan sebagai semangat Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945.   Kepala burung yang menengok/memandang arah matahari terbit (arah timur sesuai arah peta Indonesia dalam perisai), diartikan bahwa TNI AU selalu siap menyongsong kehidupan baru yang dinamis, yang sarat dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perisai, yang didalmnya tergambar peta Indonesia, melambangkan bahwa TNI AU siap menjadi perisai Negara Kesatuan RI dari setiap ancaman.

Lima Anak Panah, dicengkeram kaki burung Garuda, melambangkan bahwa TNI AU memegang teguh dasar negara Pancasila.   Senjata Panah melambangkan bahwa TNI AU selalu siap siaga melaksanakan tugas.

Lidah Api, yang digambarkan empat di kiri dan lima di kanan perisai melambangkan semangat 45 yang selalu menyala di dada setiap Prajurit TNI AU.

Manggar, dua rangkaian manggar (bunga), kelapa, masing-masing 17 untaian melambangkan kemakmuran rakyat Indonesia yang merdeka sejak tanggal 17 Agustus 1945.

Tulisan Swa Bhuana Paksa, diartikan bahwa TNI AU adalah sayap tanah air, pembela dan pelindung Negara Kesatuan RI.  

Secara keseluruhan lambang TNI AU “Swa Bhuana Paksa” memiliki makna yang sangat mendalam sebagai alat pembangkit semangat korsa bagi setiap prajurit TNI AU untuk melakukan tugas terbaiknya disertai keikhlasan pengorbanan dalam membela, serta melindungi bangsa dan negara.


9 Komentar

  1. M.GAGAH GEMILANG mengatakan:

    TNI Indonesia keren dan tangguh2. Nanti aku mau jadi TNI.

  2. M.GAGAH GEMILANG mengatakan:

    TNI Indonesia keren&tangguh2. Nanti aku mau jadi TNI.

  3. Budiarta mengatakan:

    Pak Budi Achmadi, kalo boleh diinfo sejarah ‘Swa Bhuana Pakca’ dikutip dari buku apa ya pak ? Thx

  4. Budiarta mengatakan:

    Terimakasih Pak Budi, Swa Bhuana Paksa Abhibuti Antarikshe…

  5. wasis susila mengatakan:

    Pak Budi, saya mahasiswa hukum, saya sedang mengerjakan thesis tentang lintas damai udara. ada bab yang membahas tentang operasi TNI AU selain perang. kalau boleh tahu jenis operasi selain perang itu apa saja dan bagaimana TNI AU melaksanakan operasi tersebut ? bagaimana TNI AU melaksakan operasi patroli guna menjaga integritas NKRI ? sekiranya itu dulu saja , terima kasih.

    • budhiachmadi mengatakan:

      Pada pelaksanaannya TNI AU memiliki dua macam operasi, yaitu Operasi Militer Perang (OMP) dan Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kini berdasarkan Doktrin TNI AU Swa Bhuwana Paksa (SBP) 2009, operasi udara TNI AU dalam OMP telah dibagi menjadi lima jenis operasi yaitu, Operasi Serangan Udara Strategis (OSUS), Operasi Lawan Udara Ofensif (OLUO), Operasi Pertahanan Udara (Opshanud), Operasi Dukungan Udara (Opsdukud) dan Operasi Informasi (Opsinfo). Operasi udara TNI AU yang dilaksanakan dalam bentuk operasi gabungan TNI adalah OSUS, OLUO dan Opsdukud saja. Operasi udara yang dilaksanakan dalam OMSP mandiri TNI AU berupa Opshanud, Opsdukud dan Opsinfo saja. Salam hangat dan jayalah Angkatan Udara

  6. […] Swa Bhuwana Paksa yang berarti “Sayap Pelindung Tanah Airku”.   sedangkan versi Pak Budi   Kata kata Swa Bhuana Paksa adalah sumbangan pikiran Prof. Dr. R. Ng. Poerbacaraka, ahli bahasa […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: