Beranda » Nasional » Operasi SAR Masalembo

Operasi SAR Masalembo

Tragedi tenggelamnya kapal Tampomas II, bulan Januari 1981 yang mengakibatkan kerugiaan harta benda bahkan nyaawwa ribuan penumpang merupakan musibah yang tidak diinginkan.   Upaya pertolongan terhadap korban Tampomas II dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Udara.   Dengan menggunakan pesawat F-27 dengan nomor registrasi A-2708 dari Skadron Udara 2 Halim Perdanakusuma, Captain pilot Mayor Pnb. Graito Usodo lepas landas dari Halim tanggal 26 Januari 1981 pukul 08.00 WIB, beserta 4 anggota SAR dari Yon Pasgat 461, 2 orang bintara spesialis payung,  13 rakit karet dan Emergency Locater Beacon (alat penunjuk lokasi otomatis).         

Pesawat, terbang melesat menuju pulau Masalembo tempat kapal Tampomas II terbakar tepat pukul 10.58 pesawat mendarat tepat diatas kapal.       Pesawat tidak melemparkan rakit karet karena cuaca hujan dan berkabut.   Pesawat menuju ke (Pangkalan Udara TNI Angkatan Lanud (Lanudal) Juanda, Surabaya untuk mengadakan koordinasi.         

Pada hari kedua tanggal 27, pesawat F-27 terbang bertindak sebagai pesawat komando didampingi pesawat Nomad TNI AL dan Albatros TNI AU dengan nomor registrasi IR-0225.  Dalam penerbangan ini turut serta beberapa pejabat, antara lain Marsekal Pertama TNI Dono Indarto, Laksamana muda TNI Gatot Suwardi dan Direkturat Jenderal Perlautan Pongky Supardjo dengan pesawat Nomad dan Kepala Kantor Wilaayah Perlautaan IV (Kakanwil Perla IV) Bambang Wahyudiono, Administrator Pelabuhan (Adpel) Tanjung Perak Sugianto dan Dirut Pelni dengan F-27.      Pada hari kedua Tampomas II sudah tenggelam.   Sebagai upaya pertolongan pertama terhadap para penumpang yang jatuh ke laut, pesawat F-27 menjatuhkan 13 rakit yang terbuat dari karet.         

Pada hari ketiga tanggal 28, pesawat F-27 terbang untuk mengedrop kembali rakit-rakit karet bersama pesawat Albatros yang dikemudikan Mayor Pnb. Nirwan Sorimuda Zaini.   Cuaca saat itu sangat cerah, pencarian dilakukan bekerja sama dengan kapal KM Prajapati, KM Thamrin, KM Sonne, KM Adhiguna, KM Sangihe, KM Sangata, KRI Mahalayati, KRI 902, KRI 510 dll.    Dalam pencarian ini berhasil menemukan banyak korban, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.         

Pencarian pada hari keempat, Pangkodau IV Marsda TNI Hartono ikut dengan F-27.   Sedangkan Heli Puma TNI AU H-3309 standby di pulau Masalembo.   Tanggal 30 pesawat F-27 diperintahkan stanby di Lanudal Juanda, Surabaya, selanjutnya tugasnya digantikan pesawat Albatros dan Nomad.   Tanggal 31 Januari Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin memutuskan untk menghentikan operasi pencarian.   Pada akhir upaya pertolongan diketahui ada  orang yang berhasil diselamatkan dengan rakit karet droping pesawat F-27.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: