Beranda » Dog Fight - Pertempuran Udara » Penembakan Taxan

Penembakan Taxan

Air To Air Taxan dilaksanakan untuk melatih para penerbang agar bisa menembak sasaran bergerak di udara dengan peluru tajam.  Latihan pertempuran udara (air combat) yang biasa dilaksanakan oleh para penerbang tempur dilaksanakan dengan gun tidak terisi.  Pada latihan pertempuran para penerbang hanya menempatkan pada posisi tembak yang benar lalu mengatakan, “tracking….tracking….tracking  !”   Bila penerbang yang tertembak ingin mengetahui validitas dari penerbang yang jadi musuhnya, cukup melihat di video setelah turun terbang.  Dalam Air To Air Taxan, ada sebuah pesawat yang membawa target palsu.   Target palsu itulah yang disebut dengan Taxan.

Bila anda mau tahu bagaimana latihan tersebut dilaksanakan, jawabannya terjadi pada suatu pagi, saat 3 buah pesawat tempur terlihat sedang berjalan pelan di taxi way Pangkalan Tempur Iswahjudi. Paling depan, pesawat F-5 E Tiger II, berwarna blue spot yang membawa muatan tambahan berbentuk silinder berwarna merah dibawah badannya.  Di belakangnya, menyusul dua pesawat F-16 berwarna blue milenium.

Setelah mengambil ancang-ancang di ujung landasan, pesawat F-5 meluncur lebih dahulu, dan 10 detik kemudian diikuti dua pesawat F-16.   Dan ketiga pesawat itupun melesat meninggalkan Iswahjudi dan menyusuri Pantai Selatan.  Mau ngapain ya mereka ?   Di ketinggian tersebut, mereka mulai beraksi.    “30 seconds for launch Taxan…” demikian  instruksi yang diberikan oleh penerbang F-5 yang kemudian diulangi oleh penerbang F-16. “ 20 seconds…10 seconds … 3 seconds…Taxan launch… launch… now!”  Tiba-tiba dari benda semacam tong merah yang di bawa F-5 tersebut keluar sebuah tali sepanjang 500 meter dan saat ujungnya mengembang, maka bisa dilihat sebuah jaring layang-layang berbentuk tetrahedral berwarna jingga menyala.  Inilah peralatan Taxan MAE-15 yang akan digunakan sebagai target penembakan.  “Taxan launching is acomplished now…!” Lapor penerbang F-16 paling belakang, yang ternyata mengawasi apakah Taxan tersebut bisa diluncurkan dengan baik. “30 second to fire…” Penerbang F-5 menginfokan bahwa Taxan siap untuk ditembak.  Setelah itu pesawat F-5 berbelok ke arah lautan, sehingga peluru 20 mm yang keluar dari moncong F-16 tidak mengarah ke daratan.  Saat mendengar aba-aba “Clear to fire…!” maka kedua pesawat F-16 itu pun segera bermanuver menembaki Taxan tersebut.  Setelah penembakan dilakukan beberapa saat, 10 menit kemudian menyusul 2 pesawat F-5 yang akan menjadi penembak periode berikutnya, setelah kedua F-16 meninggalkan wilayah udara Pacitan Jawa timur tersebut.

Dalam rangka pembinaan penerbang tempur dimanapun, ketika menghadapi perang sesungguhnya, pada dasarnya ada 2 hal yang harus dikuasai oleh penerbang profesional. Yang pertama, adalah taktik air to ground attack dan yang kedua adalah air to air combat. Di Amerika sendiri, mereka membagi skadron tempurnya dalam spesialisasi tersebut.   Latihan air to air Taxan ini adalah salah satu metoda agar penerbang kita bisa merasakan bagaimana melaksanakan air combat dengan amunisi yang sesungguhnya (live).   Untuk latihan Air to Ground Attack, penerbang tempur Iswahjudi sudah biasa menggunakan bom/roket/amunisi live di Pulung Air Weapon Range (AWR).  Dengan langkah yang pasti, tentunya kita mengharapkan pengembangan skadron-skadron tempur yang ada, agar mampu memenuhi setiap misi.

Taxan MAE-15 (buatan prancis) yang digunakan sebagai target, merupakan jala tetahedral yang ditarik dengan tali sepanjang 500 m oleh pesawat towing.  Di ujung jala tersebut, terdapat peralatan transmiter seberat 36 kg yang akan memancarkan sinyal untuk mencatat hasil perkenaan. Transmitter itu akan memancarkan sinyal dengan diameter 9 m. Peluru yang melewati diameter itu akan terdeteksi oleh transmitter dan dipancarkan ke scoring system di bawah. Petugas pencatat akan langsung bisa melihat perkenaan  yang dipancarkan oleh transmitter tersebut pada receiver scoring system. Alat scoring yang ada di bawah mempunyai kemampuan jarak 50 mil, sehingga dengan ketinggian penembakan 15 ribu feet (5 mil) dan dilakukan di atas laut, selain aman, alat scoring masih berfungsi dengan baik. Sistem scoring yang ditempatkan ternyata mampu bekerja dengan baik di Pantai Pacitan.  Penerbang harus hati-hati dalam membidik.  Sebab, bila tembakan mengenai transmiter antenna, maka transmitter akan mati dan perkenaan tidak bisa dicatat.  Taxan dengan berat total 255 kg tersebut sementara harus ditarik dengan pesawat F-5, mengingat singkatnya waktu latihan.  Sebenarnya pesawat F-16 pun mampu untuk menarik Taxan tersebut. Namun belum adanya instruktur yang berpengalaman untuk menarik Taxan dan prosedur yang masih dikaji, akhirnya pesawat yang bertugas menarik Taxan hanyalah F-5. Latihan ini sebenarnya cukup sederhana sekali, ibarat menembak pesawat palsu dengan peluru yang sebenarnya. Namun risikonya bisa fatal bila pada pelaksanaannya tidak dilakukan dengan prosedur yang ada. Misalnya penembakan yang dilakukan terlalu dekat dengan daratan, akan berbahaya bila ada peluru yang nyasar di perkampungan. Sudut penembakkan yang kecil pun juga dilarang, mengapa?  Karena, peluru akan nyasar ke pesawat penarik Taxan. Dengan jarak tembak 700 meter ke arah Taxan dan jarak Taxan ke pesawat penarik yang 500 meter, maka peluru masih dalam jarak efektif untuk meledakkan pesawat, sebab jarak jangkau tembakan sampai 2000 meter.   Kelemahan dari latihan Air To Air Taxan adalah beban yang berat pada pesawat penarik.   Sehingga manuvernya menjadi sangat terbatas.   Namun latihan ini masih sangat efektif bagi para penerbang, terutama melatih mental mereka menggunakan senjata mematikan seperti pada saat sesungguhnya.

Setelah selesai penembakan itu pun masih ada resiko yang harus diwaspadai.  Taxan yang telah ditembaki tersebut harus ditarik pulang dan dilepas di atas landasan agar bisa digunakan lagi pada latihan berikutnya. Taxan bisa saja jatuh pada tempat yang berbahaya. Untuk itu, penembak terakhir akan menjadi chaser atau pengawal, yang akan mengawasi Taxan sampai dilepas di atas landasan. Taxan akan dijatuhkan pada bagian sekitar landasan yang aman dan lembek, agar tidak rusak.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: