Beranda » Dog Fight - Pertempuran Udara » Pertempuran Era F-86

Pertempuran Era F-86

Di awal perkembangan taktik pertempuran udara, hanya penerbang-penerbang MiG-21F yang mengenal peluru kendali.    Dog fight masih mengandalkan penggunaan gun.   Hal ini diteruskan pada masa penerbang-penerbang T-33 Thunderbird Skadron Udara 11 dan F-86 Sabre Skadron Udara 14.   Kedua pesawat ini memang dibeli bukan sebagai barang baru.   Bahkan persejataan pun diberikan sangat terbatas.

Di era 70-an, kita juga tidak memiliki pesawat tempur yang dilengkapi dengan radar.   Latihan yang terlaksana dengan baik justru latihan penyerangan darat, surface attack, yang menggunakan gun, bom, dan roket.   Untuk latihan pertempuran udara, hanya bisa dilaksanakan dengan cara simulasi dan jumlah yang terbatas.  Namun demikian, taktik pertempuran udara yang dilakukan pada masa F-86 Sabre ataupun T-33 adalah taktik pertempuran modern yang lahir bersamaan dengan  bersinarnya pesawat-pesawat jet. 

Pesawat F-86 Sabre adalah pesawat tempur terbaik pada Perang Korea.  Pesawat ini memiliki kemiripan bentuk dengan MiG-15, namun MiG-15 lebih ringan.   Ratio kemenangan yang didapat oleh F-86 Sabre dengan MiG-15 saat Perang Korea adalah 7 : 1, artinya setiap satu pesawat F-86 Sabre yang jatuh ditukar dengan 7 korban pesawat MiG-15.   Skadron Udara 14 sendiri mendapatkan kekuatan Sabre dari Royal Australia Air Force (RAAF).  

Kedatangan pesawat F-86 Sabre ataupun T-33 Thunderbird bisa menghidupkan kembali semngat latihan para penerbang tempur kita yng hampir punah karena memburuknya kondisi pesawat-pesawat MiG.   Taktik-taktik pertempuran udara modern kembali dipraktekkan di atas wilayah Iswahjudi.   Air Combat Tactics (ACT), latihan dog fight yang melibatkan jumlah pesawat yang besar mulai dipelajari.   Radar memang dan rudal memang tidak dilengkapi, namun hal itu tidak berarti pesawat tidak bisa menggunakan taktik peyergapan menggunakan gun.

Pesawat F-86 Sabre masih menggunakan fixed gun sight sebagai alat bidik penembakan, bukan Head Up Display (HUD) seperti yang dimiliki pesawat modern.  Gun sight adalah tehnologi temuan pasca PD II, bersamaan dengan munculnya pesawat tempur bermesin jet.   Walaupun kepresisiannya masih kalah jauh dengan sistem bidik pada HUD, Head Up Display Weapon Aiming Computing (HUDWAC), gun sight sudah bisa memberikan koreksi arah lintasan peluru, bom, ataupun roket yang ditembakkan.   Namun demikian koreksi tersebut bukan berarti diperoleh secara otomatis tanpa mengubah titik bidik seperti HUDWAC, karena penerbang harus merubah titik bidik bila menembak dengan gun sight.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: