Beranda » Teori Air Power » Konsep Kemampuan Suatu Angkatan Udara

Konsep Kemampuan Suatu Angkatan Udara

Seiring dengan perkembangan program pentahapan reformasi internal TNI yang akan berakhir pada tahun 2010, dimana TNI diharapkan mampu menampilkan perannya secara profesional, TNI Angkatan Udara sebagai bagian integral dari TNI dirasakan perlu menjabarkan program tersebut.   Reformasi yang akan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara sebagai penjabaran dari reformasi internal TNI, diharapkan pada kurun waktu tersebut akan menampilkan profil TNI Angkatan Udara yang diharapkan.   Konsep perancangannya akan dirangkum kedalam blue print-nya yang mencakup bidang doktrin air power, organisasi, sumber daya manusia, dan sista udara yang mampu menghadapi ancaman dan tantangan masa depan. Blue print tersebut diharapkan mampu mengakomodasi-kan seluruh peran kekuatan dirgantara (aerospace power roles) yang akan dilaksanakan oleh TNI Angkatan Udara.  Perlu kita ketahui bahwa semakin banyak peran yang dapat dilaksanakan oleh Angkatan Udara maka semakin sempurnalah profil yang akan ditampilkan.

Peran Angkatan Udara di negara-negara maju pada umumnya memiliki sekitar 15 peran untuk mendukung tugas pokoknya.    Peran tersebut antara lain :[1]

  • Airborne early warning and control system.
  • Air interdiction.
  • Air reconnaissance and surveillance.
  • Air-to-air refueling.
  • Anti-submarine warfare.
  • Anti-surface ship oipwerations.
  • Combat search and rescue.
  • Close air support.
  • Defensive counter – air operation.
  • Electronic warfare.
  • Offensive counter – air operations.
  • Strategic airlift.
  • Strategic bombing.
  • Suppression of enemy air defensive.
  • Tactical air transport.

Bagi negara Indonesia, sebagai negara kepulauan yang sangat luas dan letaknya sangat strategis, sudah tentu memerlukan Angkatan Udara yang mampu melaksanakan peran-perannya untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara.   Untuk dapat melaksanakan kelimabelas peran seperti tersebut diatas diperkirakan masih sangat jauh, namun bukan berarti tidak mungkin.

Beberapa kendala yang sangat menghambat antara lain terbatasnya dana yang dialokasikan bagi TNI Angkatan Udara dan barangkali sampai dengan tahun 2010, doktrin yang masih perlu disempurnakan, organisasi yang memerlukan validasi, SDM yang perlu ditingkatkan, dan sista udara yang masih banyak tergantung dari sumber dana yang mendukungnya.

Namun dari kesemuanya itu satu hal yang sangat diperlukan dan dibutuhkan sehingga peningkatan tersebut dapat diwujudkan, yaitu adanya kepedulian atau willingness dari kita untuk mengadakan perubahan.   Berubah memang tidak mudah dan perubahan sangat sulit diwujudkan.    Hanya dengan dengan rasa kepedulian yang tinggi maka perubahan itu dapat direalisasikan.   Apa sebenarnya yang mendasari semua perubahan tersebut?  Ada dua hal kiranya yang bisa dijadikan landasan bagi semua perubahan menuju ke perbaikan dan penyempurnaan di masa depan, yaitu kepemimpinan dan manajemen.   Perubahan dalam bidang manajemen, sangat memerlukan pengaruh kepemim-pinan, dan sebaliknya, perubahan dalam bidang kepemimpinan memerlukan perubahan dalam bidang manajemen.

Kembali kepada peran kekuatan dirgantara yang bisa dilaksanakan oleh Angkatan Udara, akan sangat tergantung dari kepedulian kita bersama.   Hal tersebut tidak terlepas pula dari perubahan kepemimpinan dan manajemen di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Dengan mempertimbangkan faktor ancaman yang mungkin terjadi, kecenderungan perubahan di lingkungan global, regional, dan nasional dengan mempertimbangan geopolitik dan geostrategik bangsa Indonesia, paling tidak ada 10 (sepuluh) peran kekuatan dirgantara yang harus kita tingkatkan sampai dengan tahun 2010, antara lain:

Air interdiction (Penyekatan Udara).

Air reconnaissance and surveillance (Pengamatan dan Pengintaian Udara).

Air-to-air refueling (Pengisian Bahan di Udara).

Anti-surface ship operations (Operasi Anti Kapal Atas Permukaan). 

Combat search and rescue (SAR Tempur).

Close air support (Bantuan Tembakan Udara).

Defensive counter – air operation (Operasi Lawan Udara Defensif).

Strategic airlift (Angkutan Udara Strategis).

Strategic bombing (Pemboman Strategis).

Tactical air transport (Angkutan Udara Taktis).

Dari kesepuluh peran kekuatan dirgantara tersebut yang perlu mendapat perhatian serius karena memang perlu ditingkatkan adalah peran dalam bidang ‘Pengamatan dan Pengintaian Udara’ dan ‘Operasi Anti Kapal Atas Permukaan’.   Kedua peran tersebut perlu segera kita tingkatkan mengingat bahwa sampai saat ini negara Indonesia kehilangan sekitar USD 26 milyar dari perbagai penyelundupan, pengambilan ikan dan pasir illegal, dan lain-lain termasuk kebakaran hutan dan penebangan kayu illegal yang memerlukan peran Pengamatan dan Pengintaian Udara.   Sedangkan Operasi Anti Kapal Atas Air sangat diperlukan pada saat Operasi Laut Gabungan dengan TNI Angkatan Laut, termasuk melaksanakan Operasi Militer Selain Perang bersama-sama dengan TNI Angkatan Laut didalam mengamankan wilayah kedaulatan di laut.

Karakteristik Kekuatan Dirgantara

Air power is the most difficult of military forces to measure or evento express in precise terms.   The problem is compounded by the fact that aviation tends to attract adventurous souls, physically adept, mentally alert and pragmatically rather than philosophically inclined.

Winston Churchill.[2]

Penggunaan udara pada awalnya dibatasi untuk membantu secara langsung terhadap kekuatan darat dan kekuatan laut.   Atau dengan kata lain yang lebih sederhana bahwa kekuatan dirgantara merupakan kepanjangan tangan dari kekuatan darat dan kekuatan laut.   Alasannya karena pesawat terbang memiliki dimensi kecepatan, jarak dan ketinggian sehingga para komandan pasukan darat dapat memanfaatkannya untuk melaksanakan pengamatan udara dengan tujuan mengarahkan tembakan artileri darat ke sasaran musuh.

Sejak awal perang modern yang melibatkan lebih dari satu angkatan, kekuatan dirgantara selanjutnya mengalami perkembangan yang sangat pesat sehingga merupakan bagian dari peperangan (warfare).   Walaupun kekuatan dirgantara masih tetap membantu kekuatan darat dan kekuatan laut dalam operasi militer, akan tetapi melalui karakteristik yang unik maka kekuatan dirgantara akhirnya bukan lagi menjadi bagian dari kekuatan darat dan laut.

Pada berbagai pertempuran masa kini telah menunjukkan bahwa kekuatan dirgantara merupakan kekuatan militer yang memiliki kharakteristik tersendiri sehingga membedakan dengan kekuatan darat maupun kekuatan laut.   Namun demikian, ketiga kekuatan tersebut (kekuatan darat, kekuatan laut, dan kekuatan udara) tetap merupakan kemampuan nasional yang khusus bertugas menyelesaikan konflik militer.

Barangkali banyak yang bertanya, kekuatan dirgantara apa yang digunakan dalam operasi militer?  Dengan adanya kemampuan menggunakan dimensi ketiga secara bebas maka pesawat terbang akan mampu mencapai setiap sasaran pada setiap saat didaerah pertempuran dalam rangka mendukung kebijakan nasional.   Bagi Indonesia yang memiliki wilayah yang sangat luas, kekuatan dirgantara sangat dibutuhkan untuk melindungi kepentingan nasional karena memiliki karakteristik tersebut.   Kita akan selalu ingat akan statement yang mengatakan bahwa whoever controls the air generally controls the surface”[3], oleh karena itu TNI Angkatan Udara harus meningkatkan perannya agar mampu mencapai profil Angkatan Udara yang diharapkan.            


[1] .   John Baylis, James Wirtz, Eliot Cohen, Colin S. Gray, Air Power Roles, ‘Strategy in the Contemporary World’ – An Introduction to Strategy Studies, hal. 148.

[2] .   Winston Churchill as quoted in AP 3000 Third Edition, British Air Power Doctrine, Directorate of Air Staff, Ministry of Defence, London, 1999, p.1.2.1.

[3] .   Philips S. Meilinger, USAF, ‘Ten Propositions Regarding Air Power’, hal-4.


2 Komentar

  1. natalia onny mengatakan:

    permisi….. saya itu ingin masuk angkatan udara… persyaratannya apa saja dan test-testnya itu apa saja ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: