Beranda » Kehidupan » Renungan Seorang Istri

Renungan Seorang Istri

Adalah karunia yang sangat mahal, kita  masih bisa menghirup nafas di bumi persada ini. 

Adalah nikmat yang tak terkira harganya kita masih bisa berkumpul bersama handai taulan  dan keluarga.

Dan adalah sesuatu  yang  harus  disyukuri atas segala  karunia  dan nikmat yang telah diberikanNya.

Memang dalam  segala  kondisi, baik itu susah  atau senang,  sedih  atau gembira, menang atau kalah, sukses atau gagal, terlebih tertimpa musibah dan ujian, syukur – bersyukur  itu  sepatutnya janganlah diabaikan.

Tuhan  itu  Maha  Adil.

Jika…28 Maret 2002 lalu kita kehilangan  4 perwira penerbang….

Janganlah kita menambah  kehilangan yang lain, dalam arti  kita kehilangan  kesempatan untuk membahagiakan  para  almarhum.

Memang  kita  merasakan  duka mendalam, tapi apakah dengan  air mata dalam kesedihan mereka akan hidup  kembali bersama  kita ?

Pastilah  hal yang mustahil.

Ada  baiknya kita menatap ke depan bersama  kenangan–kenangan  indah  yang telah  diberikan.

Lalu  kita  bangun  sebuah  harapan dengan cinta kasih yang penuh keimanan dan ketaqwaan.

Pastilah  suatu hari nanti, kita  akan juga akan  kembali pada Yang  Memiliki.

Tentu dengan  bekal amalan yang baik, agar mendapat  kebahagiaan yang abadi.

 Mei   2002 – Ditulis Mbak Irenna Hutasuhut, suaminya Kapten Pnb Syahbudin Nur Hutasuhut tewas dalam kecelakaan tim aerobatik Jupiter tanggal 29 Maret 2002


1 Komentar

  1. Dian mengatakan:

    She’s really a diamond…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: