Beranda » Sejarah Militer » Sejarah Singkat Skadron Udara 14

Sejarah Singkat Skadron Udara 14

Skadron Udara (Skadud) 14 dibentuk bersamaan dengan beberapa Skadron lain untuk menyambut kedatangan pesawat-pesawat baru pada tahun 1962.  Pembentukan   Skadron-Skadron tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Menteri/Kepala Staf Angkatan Udara Nomor  : 135 tanggal 7 Agustus 1962 tentang pembentukan Skadron 12 sebagai home base pesawat Mig-19 di Pangkalan Udara Kemayoran, Skadron 14 sebagai home base pesawat Mig-21F, dan Skadron 41/42 dengan pesawat Tu-16 di Pangkalan Udara Iswahjudi.  Saat itu penyebutan Skadron belum memakai embel-embel Udara dibelakangnya.  Indonesia menjadi negara pertama di luar Pakta Warsawa yang menggunakan pesawat Mig-21. 

Komandan Skadron 14 pertama adalah Mayor Udara  Roesman, yang menjabat pada periode tahun 1962 hingga 1964.  Skadron 14 sendiri sebagai home base pesawat Mig-21F, berdiri pada tanggal 1 Juli 1962, dan tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Jadi Skadron 14.  Kekuatan Skadud 14 adalah 24 Mig 21F, yang kemudian dipecah menjadi 2 kekuatan.   Karena sebagian lagi harus memperkuat Skadud 12.   Pesawat Mig-19 ternyata memiliki kualitas yang buruk, sehingga terpaksa dijual ke Pakistan.

Pembentukan Skadron-Skadron tempur baru saat itu, pada dasarnya mengacu rencana pembangunan AURI yang termuat dalam rencana Pembangunan nasional Semesta Berencana tahap I yang telah dihasilkan oleh Dewan Perancang Nasional.   MPR sendiri sudah menerima blue print pembangunan AURI.   Pembangunan Nasional akan dimulai tanggal 1 Juni 1961 untuk jangka waktu 8 tahun.   Pembangunan AURI pada masa ini menekankan pada urgensi tugas utama AURI dalam bentuk tata kerja yang sepraktis-praktisnya.  Namun besarnya kekuatan yang dimiliki AURI, diakui lebih cenderung sebagai Crash Program, untuk mengusir Belanda dari Irian Barat. Tuntutan akan keberhasilan Operasi Trikora sendiri harus diakui, menjadi faktor pendorong utama terbentuknya Skadron-Skadron baru tersebut, termasuk Skadron 14 yang mulai 11 September 1962 berada dibawah Wing 300, Komando Pertahanan Udara (Kohanud).  

Regenerasi penerbang pun dilakukan dalam jumlah besar setiap tahunnya. Hal ini diasumsikan, bila perang meletus, kita banyak memiliki cadangan penerbang tempur. Pada masa itu, para penerbang kita dikirim ke luar negeri untuk belajar terbang. Para siswa tergabung dalam Angkatan Cakra I, II, dan III di Chekoslovakia, dan Angkatan Ciptoning I, II, III, di Uni Soviet.  Untuk melengkapi kebanggaan seluruh warga Skadron 14, maka berdasarkan Keputusan Menteri/Panglima Angkatan Udara Republik Indonesia No.7 tahun 1963 tentang lencana (badge) Skadron 14.

Vakum beberapa tahun, Skadud 14 mulai berkibar lagi pada tanggal 19 Pebruari 1973  dengan kedatangan 16 pesawat F-86 Sabre sumbangan pemerintah Australia, melalui proyek Garuda Bangkit.  Mulai tanggal 10 Mei 1974, Skadudu 14 menjadi unsur organik Komando Satuan Buru Sergap (Kosatsergap) dan disebut sebagai Satuan Buru Sergap F-86 Sabre.

Dengan semakin uzurnya usia F-86 Sabre, Skadud 14 telah mendapatkan kekuatan baru pada tahun 1980.   Tanggal 21 April 1980, TNI AU menerima 16 pesawat F-5 E/F Tiger II buatan Northrop, AS.   Dengan kedatangan pesawat berkecepatan maksimum 1.6 mach ini, berarti TNI AU telah kembali lagi pada era pesawat supersonik pasca tahun 1965.

 Operasi yang pernah diikuti oleh Skadud 14 adalah Operasi Trikora dan Dwikora hingga tahun 1967, Operasi Tutuka, Operasi Panah, Operasi Elang Sakti, dan Operasi Garuda Jaya.  Latihan antar negara yang pernah dilaksanakan adalah Elang Thainesia, Elang Indopura, Elang Ausindo,  dan Cope West.

Pada tahun 1995, TNI AU menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) dengan SABCA (perusahaan penerbangan Belgia) untuk melaksanakan modernisasi sistem avionik, navigasi dan senjata pesawat F-5.   Program ini diberi nama MACAN (Modernization of Avionics Capabilities for Armament and Navigation).


10 Komentar

  1. M Riady Bakri mengatakan:

    mas tentara langit,
    saya pengin tahu cerita tentang paman saya anggota skadron 14,penerbang MIG 21 M Basri Hamid.Apakah nama beliau tercatat sebagai anggota skadron 14 di thn 62 ? Beliau gugur ditahun 1963 beberapa hari setelah saya lahir.

    terima kasih, salam sukses. jayalah AU .
    riady

  2. Riady Bakri mengatakan:

    Terimakasih responsnya Mas Budhi, Alm Basri Hamid diberitakan gugur dalam latihan terbang malam di Madiun.
    Rekan seangkatannya JJ Usmani gugur di Medan beberapa tahun setelahnya.

    • budhiachmadi mengatakan:

      iya betul, saya sempat beberapa kali mencari data beliau untuk menyusun buku sejarah skadron…. apakah bisa buat tulisan ttg beliau disertai foto-fotonya….. saya bisa fasilitasi untuk dimuat majalah angkasa

      • Riady mengatakan:

        aww mas Budhi, baru muncul lagi. Foto2 album almarhum terkirim dari makassar sdh sya terima Awal April kemaren dan akan saya pilih dan scan untuk saya masukan dalam tulisan yg setengah jadi yg saya garap bersama dgn Pk Azis Muhammad ( rekan seangkatan alm. penerbang Helicopter) saya sdg mngharapkan respons berupa kenangan ttg alm dari teman2 fighter spt Pk Zainudin Sikado dan Pak Rudy Taran. Segera selesai akan saya hubungi Ms Budhi lagi.salam.

      • budhiachmadi mengatakan:

        oke…. ditunggu tulisannya ya…..

  3. M Riady Bakri mengatakan:

    Siap mas Budhi, akan saya buat tulisannya. Ayah saya sdh saya hubungi untuk nulis ttg masa kecil alm di Bulukumba,Sulsel sebelum melanjutkan SMA di Makassar.
    Untuk cerita selama pendidikan di Margahayu, Jogjakarta,Praha Saya juga sdh kontak Om Rudi dan satu rekannya yg lain Om Azis yg banyak menyimpan cerita2 seputar Alm.

  4. Mohammad Riansah Bakri mengatakan:

    Hallo Pak Budi,
    Kapan ulasan mengenai M. Basri Hamid sang penerbang tempur dari
    Kampung Loka, Bulukumba bisa kami baca di majalah angkasa ….

  5. riady mengatakan:

    selamat pagi Mas Budhy, tulisan sudah saya siapkan berikut foto2, mohon info alamat email nya. terimakasih, salam tentara langit..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: