Beranda » Sejarah Militer » Sejarah Singkat Skadron Udara 15

Sejarah Singkat Skadron Udara 15

Pada tahun 1959, sekolah penerbang Kalijati dipindahkan ke Maguwo, Yogyakarta, dengan nama baru skadron 002.   Setahun kemudian diadakan perubahan dengan membentuk 3 skadron, yaitu skadron A, B, dan C.   Skadron C bertugas menangani pendidikan sekolah penerbang tingkat lanjut dengan pesawat AT-16 Harvard dan BT-13 Valiant.   Aturan ini berlaku sampai tahun 1965.

Pada tahun 1965, nama skadron C  diubah menjadi Kesatuan Pendidikan (Kesdik) 017 dengan tugas pokok masih seperti saat bernama skadron C, namun menggunakan pesawat L-29 Dolphin.   Ternyata istilah Kesdik pun hanya bertahan 5 tahun.   Karena pada tahun 1970, Kesdik 017 diubah lagi menjadi skadron pendidikan (skadik) 017.   Tahun 1978, skadik 017 berubah lagi menjadi skadik 103, dan berada dibawah wing pendidikan (wingdik) I.  

Pada saat bernama skadik 103 inilah, pesawat MK 53 HS Hawk buatan Hawker Sideley masuk menggantikan L-29 Dolphin.   Dan setelah hadirnya pesawat Inggris ini maka skadik 103 berfungsi ganda.   Selain sebagai skadron latih lanjut, juga sebagai skadron tempur taktis.   Tugas ini tentunya cukup berat untuk dilaksanakan mengingat berbagai macam keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki.   Namun tugas adalah amanat yang harus dijalankan.   Sehingga melalui surat keputusan KSAU nomor  :   KEP/03/1985 mulai dibentuk skadron udara 15 latih lanjut/tempur taktis.   Dengan surat keputusan tersebut, maka skadron udara 15 masuk dalam jajaran wing tempur 300 bersama unsur tempur lainnya, yaitu A-4 dan F-5. 

Nama skadron udara 15 ternyata mampu bertahan 10 tahun.   Karena pada bulan Juli 1995, namanya kembali lagi menjadi skadik 103.   Walaupun berdomisili di pangkalan udara Iswahjudi, namun skadik 103 masuk dalam jajaran pangkalan udara Adisutjipto.   Setelah perubahan ini, maka tugas-tugas operasi taktis menjadi hilang dan terfokus pada program pendidikan latih lanjut sekolah penerbang TNI AU.

Setelah 3 tahun, serta dengan perubahan sistem pendidikan sekolah penerbang TNI AU, maka istilah skadik 103 pun berganti lagi.   Berdasarkan surat keputusan KSAU nomor   : KEP/19/IX/1999, maka nama skadik 103 diubah menjadi skadron udara 15 tempur taktis.   Tugas pokok skadron 15 adalah menyelenggarakan operasi tempur taktis, serta mengemban tugas tambahan dari KSAU berupa penyelenggaraan kursus pengenalan penerbang jet (KPPJ) dan tim aerobatik Jupiter.    Dengan perubahan ini,  pesawat MK-53 HS Hawk akan terlibat lagi dalam operasi udara TNI AU.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: