Beranda » Sejarah Militer » Sejarah Singkat Skadron Udara 3

Sejarah Singkat Skadron Udara 3

Skadron Udara (Skadud) 3 termasuk salah satu dari lima Skadron yang pertama kali dibentuk oleh TNI AU.   Dibentuk pertama kali pada tanggal 9 April 1951 di Pangkalan Udara Cililitan (sekarang Lanud Halim Perdana Kusuma) Jakarta.   Pesawat tempur yang digunakan adalah 50 pesawat P-51 Mustang.   Pada bulan Desember 1951, Skadron Udara 3 melaksanakan Operasi Boyong ke Pangkalan Udara Bugis (sekarang Lanud Abdul Rahman Saleh) Malang.

Skadud 3 mulai terjun ke dalam kancah pertempuran pada tahun 1953.   Operasi-operasi yang diikuti pada saat itu adalah operasi menumpas gerombolan DI/TII di Jawa Barat, Permesta di Sulawesi Selatan/Utara, PRRI di Sumatera Barat dan Oprasi Sorong hingga tahun 1960.   Pada tahun yang sama, Skadud 3 diterjunkan dalam operasi pembebasan Irian Barat dan konfrontasi dengan Malaysia dalam Operasi Trikora dan Dwikora hingga tahun 1967.   Dalam rangka menumpas PKI, Skadud 3 dilibatkan dalam Operasi Trisula di Blitar Selatan dan Operasi Saber Kilat.   Pada tahun 1973 diadakan penambahan pesawat dan suku cadang melalui program “Peace Pony”.

Dengan berakhirnya usia pakai P-51 Mustang, mulai tanggal 28 September 1976 Skadud 3 mulai menggunakan 16 pesawat OV-10 Bronco.  Selain itu, Skadudu 3 juga memiliki pesawat T-41D Cessna, 2 pesawat L-180 Cessna dan 3 pesawat AT-16 Harvard.

OV-10F Bronco banyak ikut andil dalam operasi-operasi yang digelar oleh TNI seperti Operasi Seroja di Timor Timur (1976/1979/1981/1983-1989), Operasi Tumpas (1977/1978) di Irian Jaya, Operasi Halilintar di Tanjung Pinang, Operasi Guruh di Maluku, Operasi Tumpas III (1981) dan Operasi Halau di Ranai (1985-1987).  Latihan-latihan dengan negara asing juga sering di gelar, yaitu Elang Ausindo, Elang Indopura, Elang Thainesia, dan Cope West.

Mulai akhir tahun 1989  Skadud 3 mendapatkan kekuatan baru dengan datangnya pesawat tempur canggih F-16 A/B Fighting Falcon, melalui program “Peace Bima Sena”.   Kekuatan OV-10 digeser ke Skadud 1 Abdul Rahman Saleh Malang.    Skadud 3 ini menggunakan hanggar bekas Skadud 11 yang kekuatannya telah digeser ke Makassar.   Pesawat berkecepatan maksimum hampir 2 Mach ini, banyak menorehkan memori indah di dirgantara nasional dengan tim aerobatik “Elang Biru” nya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: