Skadron Move

Indonesia memiliki wilayah yang luas, bahkan melebihi Eropa.   Saat trouble spot terjadi di berbagai wilayah, maka dibagilah kekuatan skadron tempur menjadi beberapa kekuatan flight.  Dalam satu masa skadron bisa berpindah-pindah home base untuk mendekat ke trouble spot.   Sehingga ada istilah skadron move, yaitu satu skadron yang sedang melaksanakan misi dengan home base pangkalan lain.

Skadron move sudah menjadi hal yang biasa bagi penerbang tempur.   Namun demikian juga menjadi ujian.   Dengan kekuatan yang seminimum mungkin, mereka harus mampu menghadapi musuh yang mencoba menyusup.  Dalam operasi rutin akan diadakan Combat Air Patrol (CAP) oleh satu satuan setingkat flight.    Terdiri dari dua sampai empat pesawat.   Namun bila situasi dianggap menjadi semakin genting, maka kekuatan penuh akan didatangkan untuk membantu.

Dalam pelaksanaan tugasnya, CAP akan dibantu oleh kru radar permukaan, Ground Controlled Interceptor (GCI).   Radar permukaan bisa mengcover  dalam radius 250 mil.   Kemampuan ini bisa memberikan peringatan dini terhadap pesawat.   Radar pesawat memiliki kemampuan jangkauan yang lebih pendek dan sempit, walaupun sudah dibantu oleh Radar Warning Receiver (RWR).

Dengan adanya GCI, para penerbang yang sedang patroli juga tidak bisa seenaknya menerbangkan pesawatnya.   GCI bisa memperingatkan bila penerbang melakukan manuver yang membahayakan.   Sebagai contoh bila pesawat terlalu rendah atau terbang terlalu dekat wilayah negara lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: