Beranda » Kedirgantaraan » Lahirnya Radar “Si Penjejak Pesawat”

Lahirnya Radar “Si Penjejak Pesawat”

Radar sebagai alat pendeteksi sudah mulai digunakan lebih dari 60 tahun untuk berbagai macam keperluan terutama dalam militer.   Meskipun teknologi yang digunakan sudah lebih maju dibandingkan radar di tahun pertamanya yaitu 1930-an namun fungsi dasarnya tidak berubah, yaitu sebagai pengukur jarak dan arah dari suatu objek.   Pada prinsipnya setiap objek seperti pesawat, kapal laut, mobil, pejalan kaki, lautan ataupun daratan semuanya dapat memantulkan energi radar.    Perubahan besar hanya terjadi pada desain sistim, metode dan kecepatan pemrosesan data signal radar, kapasitas  dan cara penyajian data pada layar monitor.    Kunci dari modernisasi sistim ini adalah pada penggunaan teknologi komputer, yang dengan cepat memproses informasi dari stasiun radar dan menampilkan pada layar monitor dengan berbagai macam variasi grafik dan alphanumeric serta dapat dihubungkan langsung dengan berbagai macam sistim senjata seperti peluru kendali maupun meriam penangkis serangan udara.

Dalam dekade 1930-an, saat PD I berakhir suasana di Eropa masih memanas.   Jerman semakin mengembangkan kekuatan udaranya.   Hal ini menimbulkan ketakutan terhadap Inggris dan Perancis yang saat itu merupakan rival Jerman di Eropa.   Sehingga kedua negara tersebut ikut mengembangkan kekuatan udaranya. Pada masa jeda perang ini, kedua kekuatan berusaha saling memperkuat teknologi militernya. 

Salah satu yang dilakukan Inggris adalah menemukan sebuah alat yang bernama sound tracker (penjejak suara) untuk mengantisipasi datangnya pesawat-pesawat musuh.    Alat ini merupakan embrio dari sistem pertahanan udara modern, selain penemuan pesawat, komunikasi radio dan pelontar amunisi (bom).   Inggris menempatkan sound tracker bersama-sama dengan pasukan pengintai yang berada di pantai (Selat Inggris).    Pada saat ada pesawat asing masuk ke wilayah Inggris mereka segera mengontak pangkalan tempur terdekat agar musuh dapat dihadapi pesawat kawan.   Walaupun tidak optimal dan sering lambat dalam merespons kedatangan musuh, alat ini adalah penemuan terbesar dalam sejarah perang.

Pada tahun 1886 sebenarnya sifat pantulan energi gelombang radio telah diketahui dan pada tahun 1930, pengukuran dengan menggunakan prinsip “pemancaran dan pantulan kembali energi radio” dapat dipahami.  Siapa orang yang paling berjasa dalam pengembangan teknologi sound tracker tersebut kemudian?   Ia adalah Sir Robert Alexander Watson-Watt, ahli fisika kelahiran Skotlandia, yang dikemudian hari diberi julukan “Bapak Radar”.  

Tahun 1917, Watson bekerja di kantor meteorologi Inggris, dimana ia bertugas merancang suatu peralatan untuk mendeteksi petir/badai.  Semuanya berubah saat ia mulai tertarik untuk menyelediki sifat-sifat ionosfer pada tahun 1926.   Watson kemudian ditunjuk untuk mengepalai riset radio di Laboratorium Fisika Nasional Inggris pada tahun 1935, yang membawanya untuk menciptakan alat penunjuk posisi pesawat. Suatu hari Watson dimintai pendapat tentang kemungkinan signal radio untuk digunakan sebagai senjata penghancur.   Ia mengatakan bahwa signal radio hanya dapat digunakan untuk menentukan lokasi pesawat.  

Karena teknologi sound tracker dirasakan sangat minim kemampuannya maka dimulailah riset-riset baru yang kemudian menemukan apa yang disebut dengan teknologi “radio detection and ranging” yang disingkat radar.   Radar dipatenkan di Inggris pada bulan April 1935.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: