Beranda » Syair » Milad

Milad

Ini hari kugelar sebuah perayaan terindah dan termegah  di atas permadani.

Ribuan lilin kunyalakan dengan api abadi.

Api abadi yang kupetik dari atas galaksi terjauh, malam tadi.

Di sana ada sebuah pijar laksana bintang, kawanku.

Yang bila kau tersentuh cahayanya, itu telah cukup menjadi api abadimu selamanya, tapi tidak untuk lilin-lilin pestaku yang pasti layu meleleh.

Ini terang hari, sebuah orkestra alam sedang mengalun, diiringi celotehan dan nada acak kaki-kaki.

Permadani indah terhampar masih ikut berpesta,  walau sesekali miris bersaksi.

Sebuah pesta semesta termegah ini masih juga dihelat.

Tatkala semua alam menyeru nama, takjub mengagumi keindahan lilin-lilin ternyala api keabadian.

Manusia-manusia itu merayakan pesta lain yang tak pernah terpadu harmoni.

Inilah pestaku yang bukan pestamu kawanku.

Lilin-lilin ternyala api keabadian itu tak lama lagi menyala.

Harusnya ada lilin-lilin darimu kawanku.

Permadani merah pun lagi sesaat meratapi acak kaki-kaki, lalu berpesta kembali sebelum leleh lilin terakhir berpisah api.

Inilah pesta itu dan kaki-kakimu rayakannya dengan hinakan diri.

Masjid Al Ukuwwah, Jumat Maulid Nabi, 01.00wib 26/2/10


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: