Beranda » Kedirgantaraan » Analisa Pemberlakuan Runway Closed Pada Saat Cuaca Berada Di Bawah Ketentuan Weather Minima

Analisa Pemberlakuan Runway Closed Pada Saat Cuaca Berada Di Bawah Ketentuan Weather Minima

Pendahuluan

1.         Secara umum pemberlakuan runway closed karena alasan weather minima diperbolehkan / diijinkan berdasarkan dasar-dasar hukum yang ada, baik yang ada di lingkungan TNI AU maupun peraturan penerbangan sipil yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Udara.   Pada masa lalu keputusan untuk membatalkan misi berada di tangan pilot in command setelah mendapatkan laporan perkembangan weather di aerodrome yang akan dituju, dan didapatkan data bahwa batasan weather minima untuk pesawat yang dioperasikan telah terlewati.   Namun karena banyaknya pilot yang sering mencoba-coba approach, lalu melanggar ketentuan Minimum Decision Altitude (MDA) atau Decision Height (DH) maka Lanud/Bandara diijinkan memberlakukan runway closed dengan berbagai prosedur yang harus diikuti.[1]

Kemampuan Peralatan Navigasi

2.         Berdasarkan ketentuan yang mengacu pada Civil Safety Aviation Regulation (CSAR) maka peralatan dukungan navigasi Lanud Iswahjudi digolongkan sebagai kategori I karena memiliki peralatan navigasi VOR dan NDB untuk memandu pesawat melaksanakan “Non Precision Approach” (Peralatan bantu navigasi pesawat yang digolongkan dalam kategori I adalah VOR, NDB dan GPS).

Kategori Tata Cara Instrument Approach
Kategori DH Remarks
I Minimum 200 kaki Pendaratan visual
I Minimum 200 kaki Dilengkapi titik pendaratan dan lampu di centerline landasan
II Minimum 100 kaki Pendaratan visual
IIIA Boleh dibawah 100 kaki Pendaratan visual
IIIB Boleh dibawah 50 kaki Pendaratan visual
IIIC Tidak ada DH Dapat memandu pesawat sampai mendarat dengan auto pilot.

3. Dari ketentuan di atas maka didapatkan sebuah peraturan yang jelas, bahwa bahwa tindakan yang seharusnya dilaksanakan oleh penerbang adalah sebagai berikut :

Precision Approach
(ILS, MLS)
Non Precision Approach
(Loc, VOR, NDB, SRA etc)
A/C descend ke Decision Height (DH) Minimum Descent Altitude (MDA)
A/C go around di Decision Height (DH) Missed Approach Point  (MAP)

Untuk ketentuan di Lanud Iswahjudi, karena menggunakan VOR dan NDB “Non Precision Approach kategori I”, bahwa penerbang hanya boleh turun hingga MDA 720 feet indicated atau 360 feet above ground level pada saat menggunakan instrument approach.   Pendaratan menggunakan visual landing, karena landasan kategori IIIC yang mampu memandu pesawat untuk melaksanakan instrument landing (Indonesia tidak memiliki Lanud/Bandara yang berkualifikasi IIIC).  Disimpulkan bahwa proses masuk landasan di wilayah RI dapat menggunakan visual approach (lewat inisial point dan long final) dan instrument approach, sementara pendaratan mutlak menggunakan visual landing.

Analisa Tentang Surat Perintah Runway Closed

4.         Beberapa analisa mengenai surat perintah tersebut di atas sebagai berikut :

a. Secara tertib hukum dan peraturan penerbangan “sah”.   Apalagi hal ini sudah dilaksanakan oleh Bandara Adisutjipto, dengan latar belakang penerbang sering mencoba-coba dalam kondisi di bawah weather minima.

b. Setiap pernyataan runway closed diikuti dengan penerbitan NOTAM/MANOT. Sehingga perlu didisikusikan aturan yang lebih rinci dan kesiapan Base Ops Lanud Iswahjudi bagaimana mekanisme bila weather minima terjadi tiba-tiba atau temporary, bagaimana mengendalikan pesawat yang sudah on route atau terlajur masuk ke instrument approach circuit Lanud Iswahjudi, dan lain-lain, sehingga perlu persiapan Base Ops untuk melaksanakan SP ini.

c. Untuk point 2 dan 3 dalam SP yang mengatur tentang IFR take off dan IFR landing, sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan peralatan navigasi Lanud Iswahjudi yang tidak mampu untuk mendukung kegiatan tersebut.   Take off dan Landing di Lanud Iswahjudi mutlak harus dengan cara visual (approah-nya yang menggunakan instrument), sehingga hanya ketentuan point 1 yang harus dipertegas.

Saran

5.         Beberapa hal yang dapat disarankan dari rencana pemberlakukan surat perintah tersebut  :

a.         Pembekalan kepada seluruh petugas Base Ops dan penerbang tentang mekanisme yang akan dilaksanakan.  Karena hal ini membutuhkan loyalitas dari semua skadron bila Base Ops memutuskan runway closed karena weather minima maka semua skadron harus menghentikan semua kegiatan penerbangan.   Dalam hal ini wewenang penghentian penerbangan karena cuaca masuk weather minima berpindah dari Dan Wing ke Base Ops atau Dinas Operasi.

b.         Pada saat weather minima terjadi tiba-tiba, pesawat yang ada di udara tidak boleh turun ke MDA, namun menunggu di holding point hingga weather membaik atau menuju alternate aerodrome dengan pertimbangan keterbatasan BBM.

Penutup

12.       Demikian analisa tentang rencana pemberlakuan runway closed karena alasan weather minima semoga dapat menjadi bahan masukan untuk menentukan kebijakan selanjutnya.


[1] Data dari CSAR, Peraturan di lingkungan TNI AU


1 Komentar

  1. hendry mengatakan:

    mas…sy tertrik dengan analisis mas…
    klu bleh tw, data selnjutnya bisa di lihat dmna ni…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: