Beranda » Leadership » Catatan Tentang Pemimpin Yang Rendah Hati – 1

Catatan Tentang Pemimpin Yang Rendah Hati – 1

Mungkin sudah agak terlambat, namun sungguh teramat sayang bila pengalaman beberapa menit pertemuan dan beberapa pesan pendek ini tidak saya abadikan menjadi perenungan – termasuk untuk saya sendiri tentunya – tentang kekuatan “rendah hati”.

Hari itu, pagi tanggal 8 April 2010.

Dalam suatu acara di Jakarta, tiba-tiba muncul sosok flamboyan dan ia adalah salah satu pemimpin yang saya kenal dan paling saya kagumi. Seperti kebiasaan yang dilakukan sepanjang hidupnya, ia tersenyum dan berusaha menyalami semua orang. Kini ia berada tepat di hadapan saya, mengulurkan tangan.

Saya :
“Ijin Bapak, dapat salam dari Pak Ramadhan Pohan, kemarin bicara banyak saat bertemu, dan beliau bilang, Bapak sudah dirayu-rayu tapi menghindar-hindar terus. Padahal semua orang berharap Bapak masih mau membuka diri untuk dicalonkan…”

Sosok flamboyan dan murah senyum menjawab :
“Ah itu kan bisa-bisanya dia…. yah orang politik selalu begitu..”

Lalu sosok flamboyan itu berlalu dan seperti biasanya, ia menjadi milik semua orang yang mengenalnya.

Masih hari itu, sore tanggal 8 April 2010.

Saya kirim pesan pendek kepada sosok famboyan itu.

“Bapak saya sudah berbicara dengan banyak orang, termasuk Pak Ramadhan Pohan, dari banyak kalangan, semua berharap terhadap Bapak. Hanya Bapak yang memiliki legitimasi dan belum ternampak ambisi akan kekuasaan seperti yang lain… mengapa bapak menolak?

Jawabnya :

“Negeri ini membutuhkan energi orang muda untuk mendapatkan ide-ide segar dan semangat pengabdian yang lebih dari kami-kami yang sudah tua. Saya pikir mereka-mereka yang lebih muda, lebih pantas memimpin negeri ini dibandingkan saya. Saya tak menikmati hidup saja…”

Saya masih termenung, 1 menit berikutnya muncul pesan pendek baru dari sosok flamboyan itu :

“Saya sudah empat setengah tahun di sana, situasinya tidak seperti yang kamu bayangkan.”

Tanpa pikir panjang saya kirim lagi sebuah pesan pendek (mungkin sama seperti yang dilakukan Pak Ramadhan Pohan – merayunya) :

“Bapak, saya yakin setiap pemimpin selalu lahir dari rahim alam, bukan dicetak oleh manusia. Penolakan Bapak bisa jadi hanya mengurangi kesiapan Bapak untuk memimpin nantinya, karena apabila alam menghendaki, langit menghendaki, toh Bapak akan tetap jadi, walaupun Bapak sekarang mati-matian menolak. Doa kami selalu menyertai.”

Jawabnya :

“Terima kasih ya….”

Selesai.

Terkadang sulit mencari sosok pemimpin, yang justru tidak mau mengambil sebuah harapan dan ambisi pribadi yang mungkin bisa diraihnya – kala kesempatan sudah di depan mata. Maka sifat rendah hati seringkali dianggap wujud kelemahan sosok pemimpin. Orang lupa bahwa seorang Nabi pun diangkat – bukan karena seorang manusia bercita-cita, tapi hadiah bagi mereka yang rajin menebarkan sifat-sifat baik bagi diri dan lingkungannya.

Maospati, 3 Juni 2010


7 Komentar

  1. Riady mengatakan:

    jadi bertanya dalam hati, siapa gerangan calon pemimpin yg diberkahi alam itu .. good article.

  2. seliara mengatakan:

    Hm… di dunia ini selalu ada orang yg diberkahi alam dan mereka yg menjadi musuh alam karena perbuatannya sendiri…. siapa pun sosok flamboyan itu, semoga Allah selalu menjaga beliau, pun menjaga para pemimpin di negeri ini…

  3. budhiachmadi mengatakan:

    pastinya seseorang yang ingin selalu berguna bagi lingkungannya dan rendah hati………..

  4. Prima mengatakan:

    hmmm, kalau mas budi mau menjawab, apakah eagle-10?

    kalau iya, salut pada beliau yang masih senantiasa memegang sikap dan prinsip prajurit bahkan saat masuk ke lingkungan politik…

    rendah hati memang sikap yang sulit dicari di lingkungan tersebut…

    salam

    • budhiachmadi mengatakan:

      betul je…… energi dari pikiran ikhlas berjuta-juta kali lebih besar dibandingkan model pikiran apapun…

  5. Jupiter 303 mengatakan:

    boleh ikutan ya mas bhudi, pemimpin yang bersangkutan tdk perlu tahu siapa orangnya, beliou merupakan contoh yang perlu di tiru komitmen hingga di hari tuanya…….ya perlu di contohlah apalagi di tanbah jujur ya……………

    wass

    • budhiachmadi mengatakan:

      Selamat malam komandan, wah senang sekali komandan bergabung he he he…. blog ini adalah sarana hiburan bagi kami komandan…….. dari dulu, bila sedang stress kami salurkan dengan menulis he he he………. selain tidak merugikan orang lain, juga sambil mensyukuri nikmat Allah SWT…. Salam hormat selalu untuk komandan sekeluarga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: