Beranda » Leadership » Catatan Tentang Pemimpin Yang Rendah Hati-4

Catatan Tentang Pemimpin Yang Rendah Hati-4

Dalam dunia yang semakin sempit.

Setiap individu akan berusaha untuk masuk ke dalam centre of gravity, ingin masuk menjadi bagian yang lebih penting, ingin masuk dalam inner circle kekuasaan, maka makna sempit tidak bermakna alam semesta yang mengecil ukurannya, namun cita-cita dan keinginan manusia yang membuatnya semuanya menjadi berdesak-desakkan dan kehadiran orang lain yang bahkan memiliki niat baik pun sering bermakna sebagai ancaman.

Dalam dunia yang selalu equilibrium.

Setiap individu akan berusaha untuk menari topeng, menarikan liukan paling indah agar gendang kehidupan menemukan bentuk yang paling asyik untuk dipandang semesta alam, untuk menarik puji-pujian. Tapi selalu saja setiap bentuk dalam pori dunia akan kembali dalam kesetimbangan…. takluk pada sunnah-Nya. Suatu detik, gorila ingin sesekali mengubah dirinya sebagai Arjuna, atau sebaliknya Arjuna ingin berubah bentuk menjadi Baladewa. Tapi yakinlah….. semua akan kembali pada titik setimbangnya. Yang jahat tetaplah akan kelihatan jahat dan yang baik tetap akan terungkap baik. Karena demikianlah langit menyurat ribuan tahun lalu.

Dalam pusat kekuasaan yang menjadi impian dunia. Semua orang yakin bahwa di sanalah tempat segala macam cita-cita dan kehormatan. Tapi yakinlah, bahwa masih banyak manusia pemimpin yang mampu mengatakan cukup, mampu mengatakan telah lelah, mampu bersujud syukur ketika diri mulai mundur menjauh dari titik pusat itu. lalu sang pemimpin rendah hati itu berkata, “Tuhan sudah memberi banyak, kini aku malu untuk meminta…”

Maospati, Bakda Ashar, 26 Juli 2010.


2 Komentar

  1. benny mengatakan:

    kecuali minta allambangja ya Bud

  2. J-489 mengatakan:

    Semoga dengan mundurnya satu pemimpin yang rendah hati karena memasuki purna bhakti akan lahir 1000 pemimpin rendah hati yang baru untuk mengembangkan TNI AU dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Amiiin…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: