Beranda » Leadership » Catatan Tentang Pemimpin Yang Rendah Hati-5

Catatan Tentang Pemimpin Yang Rendah Hati-5

Banyak orang bertanya tentang kekuatan terbesar dari sebuah kepemimpinan. Analogi banyak diambil dari tokoh-tokoh dunia, mulai dari pioner legenda kepemimpinan wahyu langit “Nabi Adam AS” hingga tokoh-tokoh pemimpin di era modern. Lalu orang mengeluhkan mengapa sekian banyak institusi yang diharapkan umat manusia dari zaman ke zaman, untuk mampu menjadi bedrock of leadership, masih terus gagal menyentuh kesejatian postur sebuah kepemimpinan ideal ala zaman nabi-nabi. Katakanlah biang dari semua itu adalah “sekolahan”. Sejak usia 5 tahun ketika orang menyebutnya sebagai playgroup hingga umur 22 tahun, saat seseorang lulus dari bangku kuliah atau akademi, adalah 17 tahun. Yah, waktu 17 tahun yang diharapkan ternyata belum mampu menyentuh standar kepemimpinan yang diinginkan peradaban manusia. Lalu apa pentingnya “sekolahan” bagi manusia, bila pada akhirnya seorang tukang batu yang not ever educated by “sekolahan” ternyata lebih mampu memimpin dirinya sendiri untuk menantang dunia dan lebih mampu memberi nilai pada kehidupan ini dengan cara yang lebih beradab, dengan segala kurang dan lebihnya, dibandingkan para bisnisman dan teknokrat yang notabene telah menghabiskan 17 tahun untuk berada di sebuah bangunan “sekolahan”. Ini adalah tentang pencapaian ala “sekolahan”, kawan. Simbol dari kehidupan makhluk jebolan “sekolahan” adalah pencapaian gemerlap, yang sejatinya absurd. “Sekolahan” tak lagi mengajarkan tata-cara menghargai kehidupan dalam segala dinamikanya, tidak pernah mengajarkan hidup sebagai manusia kalah yang terhormat. “Sekolahan” tidak mengajarkan manusia tentang kekuatan terbesar dari kepemimpinan, kekuatan terbesar dari nilai kehidupan, yang salah satunya adalah sifat ikhlas untuk menerima baik-buruk dunia terhadap diri, bersanding dengan kekalahan. Mungkin kawan tidak terpercaya bahwa pada diri yang ikhlas, ada energi yang dahsyat luar biasa untuk mencapai hal-hal baik…. sekalipun kalah dan tiada pencapaian di mata manusia di sekelilingnya…. namun ia adalah juara bagi dirinya sendiri.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: